Masjid Cipari Garut, Masjid Berasitektur Mirip Gereja

Masjid Cipari Garut, Masjid Berasitektur Mirip Gereja

Biasanya sebuah bangunan, apalagi fungsinya sebagai tempat ibadah mencirikan arsitektur khas yang berbeda dari tempat lainnya.

Begitu pula apabila kita membicarakan sebuah mesjid. Islam sebagai agama yang lahir di timur tengah membawa rasa timur tengah dalam segala halnya, termasuk ciri arsitekturnya. Namun, bangungan dan arsitektur mesjid bisa terjadi karena akulturasi dengan budaya atau tradisi setempat. Hal ini bisa terjadi karena penyebaran Islam di seluruh pelosok dunia berjalan secara damai, sehingga nilai-nilai Islam terkadang bersinergi dengan adat istiadat setempat. Sebuah mesjid dapat bercirikan arsitektur tiongkok, arsitektur India, atau bahkan berasitektur Barat.

Begitu juga dengan Islam Nusantara. Seperti keunikan yang terjadi di Garut dengan masjid Cipari-nya. Berkunjung ke kampung Cipari, tepatnya disekitar komplek Pondok Pesantren Cipari kec. Pangatikan Kab.Garut. Sekilas mungkin orang tidak akan menyangka apa yang dilihatnya disana ada sebuah Masjid yang sangat unik, menarik dan bersejarah  yaitu Masjid Cipari atau Masjid A-Syuro.

Uniknya, masjid  ini memang berbeda dengan kebanyakan masjid lainnya di Indonesia. bentuk bangunannya mirip dengan sebuah gereja. Selain itu salah satu masjid tertua di Garut ini pun mengadopsi gaya Art Deco yang tak lazim diadopsi oleh sebuah masjid.

Bisa dipastikan, di seluruh wilayah Nusantara mungkin hanya Masjid Cipari dan Masjid Somobito di Mojowamo Mojokerto, Jawa Timur yang memiliki bentuk mirip gereja. Hanyalah kubah dan menaranya yang menjadi ciri yang nampak dari  bangunan tersebut merupakan masjid.

Dalam catatan sejarahnya , Masjid Cipari ini bukan hanya masjid yang digunakan untuk ritual ibadah saja, namun pernah menjadi markas perjuangan dan pusat pergerakan para ulama pejuang. Masjid inilah yang dipakai para ulama untuk melakukan musyawarah para pejuang kemerdekaan, bahkan  menjadi benteng pertahanan dari serangan luar.

Pada tahun 1895 pertama kali masjid ini dibangun di lingkungan pesantren Cipari. Namun  saat itu wujud masjid Cipari tidak seperti sekarang dan kondisinya masih sangat sederhana. Kemudian sepeninggal sang pendiri pesantren  KH.Harmaen, pembangunan masjid kembali di lakukan di bawah pimpinan anaknya yaitu KH Yusuf Tauziri pada tahun 1933.

Melihat bentuk bangunan dari Masjid Cipari ini memang sangat mirip layaknya sebuah gereja.  Bentuk bangunannya  memanjang dengan pintu utama yang terletak  di tengah-tengah  muka bangunan keberadaan menaranya yang terletak di ujung bangunan  di atas pintu utama. Dari bentuk dan posisi menara dan pintu utama tersebut, bangunan ini memang menyerupai sebuah bentuk bangunan gereja.

Mengenai langgam Art Deco, belum ada catatan sejarah yang mengatakan mengapa masjid in mengadopsi langgam Art Deco untuk bangunannya. Langgam Art Deco pada masjid ini tampak dari pengolahan fasad bangunannya yang  berbentuk geometris. Arsitektur Art Deco yang dilahikan oleh sekelompok arsitek Amsterdam School dari Belanda ini memang memiliki memiliki ciri elemen dekoratif geometris yang tegas dan keras

disarikan dari beragam sumber.

Comments

About author

You might also like

Budaya

1 Mei Bukan Hanya Hari Buruh, Tapi Juga Hari Cinta

Sebagian orang membayangkan tanggal 1 Mei sebagai hari yang macet oleh demo buruh, tapi tidak di negara ini.

Hits

Akar Wangi, Mewangikan Garut Ke Seluruh Penjuru Dunia

Garut tidak hanya identik dengan dodol dan kerajinan kulitnya. komoditas unggulan dari Garut adalah Akar Wangi. yang sudah mendunia.

Artikel

“Dewi Adalah Sumber Inspirasi, Sumber Kehidupanku”

Salah satu istri Bung Karno yang sering diperbincangkan adalah Dewi Soekarno. Nama aslinya adalah Naoko Nemoto, berkebangsaan Jepang.