Memilih Sekolah TK Bagi si Kecil

Memilih Sekolah TK Bagi si Kecil

Memasuki tahun ajaran baru, para orang tua sudah pasti disibukkan dengan memilih sekolah bagi buah hati mereka. Terutama bagi pasangan muda yang pertama kali mengantarkan buah hati mereka ke jenjang awal pendidikan, tentu ini menjadi pengalaman yang menegangkan.

Memilih sekolah Taman Kanak-kanak atau TK bagi anak untuk pertama kalinya merupakan tantangan tersendiri. Kekhawatiran yang muncul; ‘apakah si kecil masuk ke sekolah yang baik?’ atau, ‘apakah nantinya sekolah yang dipilih memberikan pendidikan yang baik?’ adalah sedikit dari sekian banyak kekhawatiran para orang tua dalam memilih sekolah bagi putra-putri mereka.

TK merupakan jenjang awal dari sistem pendidikan formal di Indonesia. Beberapa orang tua mungkin ada yang mendaftarkan anak-anaknya ke playgroup sejak usia batita terlebih dahulu. Namun tidak jarang juga yang langsung mendaftarkan anak-anak mereka ke TK untuk jenjang pendidikan pertamanya.

Idealnya, masa TK merupakan masa dimana anak-anak lebih banyak bermain sembari belajar. Sehingga aktifitas belajar mengajar akan diubah dalam bentuk permainan yang menyenangkan anak. TK sejatinya adalah memberikan pengenalan pertama bagi anak akan sekolah dan pendidikan, dengan membangun kesenangan berada di sekolah.

Namun dalam perkembangannya, kebanyakan Sekolah Dasar atau SD di Indonesia mensyaratkan calon siswanya sudah bisa membaca dan berhitung, hal ini mengakibatkan pola pendidikan di TK menjadi berubah saat ini. TK menjadi semacam sekolah persiapan anak menuju ke Sekolah Dasar, yang menuntut anak untuk lebih serius dalam menerima bahan ajar.

Sebagai orang tua tentu saja kita dituntut bijaksana menyikapi hal ini. Siloka.com mencoba memberikan beberapa tips dalam memilih sekolah yang baik bagi si buah hati.

Tips memilih TK bagi si kecil

Tips memilih TK bagi si kecil

Pola pendidikan anak di TK dapat tercermin dari sikap pengelola sekolahnya. Jika pihak pengelola sekolah sangat mengutamakan proses belajar si anak, mereka akan meminta keterlibatan para orang tua dalam pendidikan anak. Pengelola yang lebih banyak bercerita mengenai persyaratan administrasi, biaya dan lain sebagainya, biasanya akan cenderung mengelola sekolah seperti bisnis pendidikan. Hal ini dapat ayah dan bunda rasakan ketika berbicara dengan pihak administrasi sekolah.

Faktor penting selanjutnya yang perlu dipertimbangkan dalam memilih TK yang baik bagi si kecil adalah kualitas guru. Jika sedang mengunjungi sekolah tujuan, sebaiknya ayah dan bunda meyempatkan diri untuk berinteraksi dengan guru-guru di TK tersebut. Ayah dan bunda dapat merasakan langsung apakah guru ini memang berdedikasi terhadap pekerjaannya, hanya memahami secara teori, atau bahkan hanya ‘melakukan bisnis’. Ingat, guru yang baik tidak selalu harus menyandang gelar akademik yang mentereng.

Lingkungan juga perlu menjadi pertimbangan bagi kita, karena lingkungan sekolah yang baik tentu saja akan menunjang kegiatan di sekolah tersebut. Fasilitas bermain di sekolah bisa menjadi indikator sekolah tersebut baik atau tidak. Jika ayah dan bunda melihat peralatan bermain di TK dalam keadaan tidak terawat, tentu saja ini menjadi pertanda akan lingkungan yang tidak baik bagi si kecil untuk bermain dan belajar.

Tanggung jawab pendidikan bukan berarti kita menyerahkan sepenuhnya pada sekolah. Orang tua juga tetap harus berperan dalam pendidikan anak. Sebaiknya dalam memilih TK, carilah TK yang memberikan porsi bermain lebih besar dan membangun rasa senang akan sekolah bagi si kecil. Alih-alih membebani si kecil dengan pelajaran membaca dan berhitung yang berat, TK dengan porsi bermain lebih besar diharapkan akan membuat anak mudah untuk masuk ke SD yang diinginkan. Atau dengan kata lain, orang tua dapat menurunkan resiko ketidaksukaan anak terhadap sekolah.

Jika memang ayah dan bunda sudah memiliki preferensi Sekolah Dasar yang akan dituju bagi si kecil dan sekolah tersebut mensyaratkan calon siswanya sudah bisa menulis dan membaca, hal ini dapat dilakukan oleh para ayah dan bunda dirumah dengan cara yang lebih santai dan mengikuti suasana hati si anak.*

About author

You might also like

Nasional

Angeline Diperkosa Sebelum Dibunuh?

Angeline (8) yang dikabarkan hilang sejak 16 Mei, pernah mengalami kekerasan seksual di rumah Margaret.

Hits

Bagaimana Kesan Eddi Brokoli Kehilangan Rambut Khas-nya?

Apa yang latar belakangi Eddi Brokoli mencukur habis rambutnya menjadi botak di tahun 2013.

Hits

Suasana Idul Fitri Zaman ‘Baheula’ di Bandung (1)

Penentuan awal puasa dan lebaran tahun ini semoga tidak menjadi polemik. Daripada mengedepankan perbedaan, mari utamakan persatuan.