Miracle in Cell No.7 : Cinta Seorang Ayah Terhadap Putrinya

Miracle in Cell No.7 : Cinta Seorang Ayah Terhadap Putrinya

Miracle in Cell No.7, film drama mengharukan dari Negara Ginseng

Miracle in Cell No.7, film drama mengharukan dari Negara Ginseng

Film Korea ini berhasil menguras air mata penontonnya, itulah kesan setelah menonton film ini.

Genre film Miracle in Cell No.7 adalah drama, dengan sedikit diselipkan komedi. Ceritanya berkisar hubungan antara Ayah dan putri semata wayangnya.

Aktor Ryoo Seung Ryong berperan sebagai Yonggu, seorang ayah yang cacat mental. Meskipun begitu, Yonggu sangat sayang pada putrinya yang berumur 7 tahun, Yeseung yang dimainkan secara apik oleh Gal So-Won.

Suatu ketika, putrinya menginginkan tas sekolah Sailoor Moon. Yonggu dan putrinya, Yeseung selalu melhat di balik kaca toko tempat tas tersebut dipajang.

Namun, tas itu kemudian dibeli oleh anak Komisaris Polisi.
Yonggu dengan polosnya meminta tas tersebut ke si gadis tersebut, dan ayahnya memarahi Yonggu dan memukulnya.

Cerita selanjutnya, si gadis anak komisaris bermaksud menunjukkan bahwa tas Sailor Moon masih dijual di toko lainnya,dan bermaksud menunjukkan toko tersebut kepada Yonggu.

Di tengah jalan, sang anak komisaris terpeleset jatuh dan kepalanya membentur aspal. Yonggu berusaha melakukan pertolongan pertama, namun ia telah tewas. Pertolongan pertama Yonggu disalahpahami oleh saksi mata yang menganggap Yonggu berusaha memerkosa dan membunuh anak gadis itu.

Akibat rentetan ketidakadilan dan kekurangan Yonggu membuatnya dijebloskan ke penjara. Pasal yang dikenakan pada Yonggu sungguh berat, selain penculikan, pembunuhan juga dikenai pasal pemerkosaan.

Yonggu, Yeseung dan teman-teman satu selnya

Yonggu, Yeseung dan teman-teman satu selnya

Di dalam sel No.7 Yonggu membuktikan bahwa dirinya bukan penjahat. Teman-teman satu selnya yang semula benci lambat laun merasa bahwa Yonggu tidak bersalah. Pada suatu kesempatan, Yonggu berhasil menyelamatkan hidup sang pemimpin sel dari upaya pembunuhan terhadap dirinya.

Sebagai balasan, Yonggu dengan polosnya meminta bertemu Yeseung. Dan tidak disangka Yonggu, Yeseung bisa diselundupkan masuk ke sel no.7 milik mereka.

Dalam kesempatan lain, Yonggu juga berhasil menyelamatkan hidup “Ketua” sebutan untuk sang sipir Penjara. Perubahan sikap yang sama dialami sang Sipir.

Ia menjadi yakin bahwa Yonggu hanyalah korban ketidakadilan.
Beberapa upaya diusahakan teman-temannya agar Yonggu bersiap menghadapi sidang finalnya.

Mereka tidak ingin Yonggu di eksekusi mati, tuntutan terhadap kejahatan yang dilamatkan pada Yonggu. Usaha mereka Nampak berhasil, apalagi didukung oleh Kepala sipir Penjara.

Namun, film ini memang bukan sebuah cerita yang “happy ending” Ayah si gadis yang tewas, sang Komisaris Polisi mengintimidasi dan menyiksa Yonggu di sidang akhirnya. Bahkan ia mengancam hidup Yeuseung, jika Yonggu mengaku tak bersalah. Terpaksa Yonggu mengaku bersalah di depan hakim, karena khawatir nasib Yeseung.

Film ini memberikan pelajaran berharga, sebuah cinta yang tulus antara Ayah dan anak gadisnya, meski dengan berbagai kekurangan mental ayahnya.

Comments

About author

You might also like

Artikel

Mengenal University of Oxford

Siapa yang tidak mengenal University of Oxford. Salah satu universitas tertua di Dunia, kebanggaan masyarakat Inggris.

Ekonomi

Yunani Pasca Referendum; Kontraksi Pasar Saham Eropa dan Asia

61% rakyat Yunani menolak persyaratan Uni Eropa, Bank Sentral eropa dan IMF.

Hits

“EXODUS : GODS AND KINGS” (1)

Menikmati film besutan Ridley Scott ini mau tak mau kita membandingkannya dengan film bertema sama, yakni “The Ten Commandments.” Tapi jangan coba membandingkannya dari segi efek visual atau kejernihan gambar.