Motor Antik: Legenda, Jati Diri  dan Investasi (2)

Motor Antik: Legenda, Jati Diri dan Investasi (2)

motor-antik-2

Artikel ini lanjutan dari artikel sebelumnya, all about motor antik dan klub MACI.

Nah, catatan tentang legenda motor antik dan klasik menjadikan para penggemar terus berburu selain karena nilai sejarah, bentuk yang unik dan personal, juga karena nilai investasinya.

Apalagi pada tahun 1970-1980, an terjadi kelangkaan motor tua, bukan karena dipakai akan tetapi diincar besi untuk dijadikan rongsok.
Seperti dijelaskan oleh mas Gendhu, (pendiri klub motor antik) pada tahun 1979, merasakan kesepiannya, tiada teman untuk berkumpul sesama pemilik motor klasik, yang pada tahun tersebut orang sudah beralih ke motor jepang.

Para pemilik motor tua saat ini lebih didominasi oleh para bengkel, karena mereka bisa mencari onderdil dengan cara kanibal, mengganti padankan dengan onderdil yang tersedia. Akhirnya dengan berkeliling, Mas Gendhu menghimpun para pemilik motor tua, dan diundang untuk bertemu di rumahnya di seputaran Kota Gede.

Tepat pada saat itu hari ulang tahun dirinya 18 Juli 1979, maka kumpulan tersebut merancang sebuah nama untuk klub mereka, ada yang menawarkan Gromot (gerombolan motor tua), namun perbincangan kemudian menyepakati nama klub sebagai payungnya, mengingat bahwa Klub berbeda dengan gerombolan yang liar, klub lebih santun dan menghormati aturan hukum lalu lintas. Oleh karena itu pada tanggal 18 Juli 1979 nama Motor Antique Club terbentuk, sebagai cikal bakal MACI di seluruh Indonesia.

Salah satu slogannya “jangan mengaku orang kaya sebelum punya motor tua” yang diartikan sebagai bentuk kepedulian terhadap legenda.
Namun dalam perkembangannya, tumbuh klub-klub motor yang berbasis pada motor tua dan klasik. Mereka keluar dari keinginan untuk konservasinya namun beranjak ke arah jati diri.

Motor dengan cc besar memberi ruang terhadap kemerdekaan jati diri untuk tampil secara gahar dan dominan, tetapi tetap unik, seunik bentuk motornya yang keluar dari standar. Tak heran klub motor tersebut sering terlibat dalam konflik identitas, padahal pada awalnya kepemilikan motor tua bukan berangkat dari pencarian identitas tapi dari kebutuhan dan kepedulian.

Kemudian perkembangan selanjutnya, perubahan kolektor menjadi kolekdol (dikoleksi untuk dijual) karena harga motor-motor klasik semakin melejit.
Kini motor tetaplah seonggok mesin dan besi, namun di dalamnya terkandung peradaban, kita bisa belajar teknologi di balik motor tersebut dan akan tertegun sejenak, betapa cerdasnya manusia untuk menguasai alam ini, pada zaman yang masih sederhana, bisa membuat kuda besi yang bisa berlari kencang, juga kita akan kagum dengan konstruksi dan bentuknya yang unik dan elegan bisa bertahan hingga 1 abad.

Keistimewaan-keistimewaan tersebut tetap memberi nilai tambah bagi motor-motor tua. Oleh karena itu sekarang banyak motor keluaran baru dengan mengusung tema retro, meniru ulang bentuk-bentuk motor klasik namun dengan teknologi modern.

Hal terpenting dari semua itu, sisi lebih memilikinya, yakni menambah pertemanan dengan orang sesama pemilik motor, yang tidak tergantung dengan jenis dan cc motor, semangat untuk berteman menjadi diutamakan. Akan tetapi, sangat disayangkan masih ada beberapa oknum pemilik motor klasik atau besar yang terjebak bahwa motor merupakan ciri jati diri yang arogan.
Penulis : Munawar Ahmad.

Comments

About author

You might also like

Jalan-Jalan

Beauty of Indonesia-Magnificent Takabonerate.

Takabonerate, Sulawesi Selatan, gugusan kepulauan Atoll terbesar di Indonesia dan kedua terbesar di dunia.

Gaya Hidup 0 Comments

Samsung Galaxy Note Edge Memudahkan Semuanya

  Mengetik atau Menulis ? Pertanyaan itu terlintas dibenak saya. Mana yang lebih mudah, dan tentu saja lebih cepat? Dalam beberapa literatur yang pernah saya baca, mengetik dengan sistem qwerty

Komunitas

Cari Teman Traveling? Gabung Couchsurfing!

Menjelajahi tempat-tempat baru, merasakan kehidupan sosial budaya di tempat lain mampu membuka pola pikir kita.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply