Pemuda Koesno di Bandung (2)

Pemuda Koesno di Bandung (2)

Kota Bandung bagi Pemuda Kusno mengguratkan cerita indah sekaligus cerita sedih yang selalu membekas dalam hidupnya. Di kota inilah, Ia dapat menuntut ilmu di sekolah tinggi, suatu hal yang masih sangat jarang dinikmati sebagian besar kaumnya. Di kota inilah pula jiwanya mulai matang. Dari pergaulannya yang luas dan keperihannya terhadap nasib sebangsanya, Ia mulai menitik kariernya sebagai politikus, pejuang sekaligus sebagai “penyambung lidah rakyat”nya. Di kota ini pula Ia menemukan sosok isteri, dan rekan seperjuangan yang selalu menyokong dan mendukung pertumbuhan jiwanya, yakni Inggit Garnasih. Lebih dari itu, -seperti dikutip dalam tulisan Ramadhan KH, Kuantar Ke Gerbang – sosok Inggit Garnasih mampu mengisi kekosongan atau kerinduannya terhadap sosok seorang ibu.

Selepas kuliah, Pemuda Kusno berhasil menelurkan karya arsitektur dan mendirikan Biro Teknik bersama Ir.Anwari. Ia sempat membuat gambar sebuah bangunan kabupaten, menghormati gurunya di THS, Professor C.P.Wolf Schumacher. Ia juga sempat membuat gambar Hotel Preanger, dan bangunan serta rumah lainnya (Ramadhan, 1981:69). Namun, bidang ini hanya digelutinya sekilas saja. Fokus utamanya tetap kepada nasib bangsanya yang masih terjajah. Mulailah kembali aktivitas politik Pemuda Kusno menggeliat. Pada 1927, Pemuda Kusno dan beberapa rekannya mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI).

Pada 29 Desember 1929, Pemuda Kusno dan rekan yang lain ditangkap di Yogyakarta, diangkut ke Bandung dan di tahan di penjara Banceuy. Dia mendekam di penjara selama delapan bulan menunggu proses pengadilan di Landraad Bandung. Di pengadilan inilah, Pemuda Kusno membacakan pleidooi (pembelaan) yang terkenal dengan judul “Indonesie klaagt aan” (Indonesia Menggugat). Hakim Belanda memvonis Pemuda Kusno empat tahun penjara di Penjara Sukamiskin. Meskipun tidak sampai menghabiskan 4 tahun waktu tahanan –akibat reaksi dari berbagai pihak di dalam dan luar negeri- inilah catatan atau cerita sedih yang harus ditanggung Pemuda Kusno bersama rekan-rekan seperjuangan lainnya.

Akhmad Faizal Reza

About author

You might also like

Napak Tilas

Jasa Soekarno Menyelamatkan Universitas Al-Azhar Mesir

Mesir bukan semata soal Piramida. Di sana ada Universitas Al-Azhar. Mesir dan Universitas ini ibarat dua sisi mata uang.

Artikel

Wayne Rooney Kembali Menjadi Pemain Everton?

Rooney menjadi kejutan bagi fans Everton karena tampil dalam pertandingan testimonial salah satu mantan striker Everton, Duncan Ferguson.

Hits

Anak Angkat Cristiano Ronaldo Ini Masuk Akademi Sporting Lisbon !

Masih ingat dengan Tsunami Aceh 26 Desember 2004 lalu ? Peristiwa tragis ini membawa hikmah tersendiri bagi Martunis.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply