Perempuan Amerika Ini Menyelamatkan Nyawa Presiden Soekarno

Perempuan Amerika Ini Menyelamatkan Nyawa Presiden Soekarno

Selama menjabat sebagai Presiden, percobaan kudeta, pembunuhan berulangkali dilakukan kepada Soekarno, bahkan pada masa awal jabatannya.

Peristiwa pelemparan granat di Cikini, pelemparan dan penembakan ketika sholat Iedul Adha, dan penembakan Istana oleh Maukar dengan Mig-17 nya adalah beberapa upaya pembunuhan terhadap Sang Proklamator, Soekarno.

Namun, ternyata cerita pembunuhan dan upaya penggulingan Soekarno sudah ada semenjak beliau menjabat sebagai Presiden. Tetapi upaya dan gerakan ini berhasil digagalkan oleh peran seseorang, yakni seorang wanita berkebangsaan Amerika.

“Saat ini kelihatanya ada yang sedang mengatur rencana membunuh Presiden Sukarno dan menggulingkan pemerintahan,” kata seorang perwira tentara RI pasca kemerdekaan berpangkat Mayor yang namanya tak disebutkan oleh K’tut Tantri dalam autobiografinya yang berjudul Revolt In Paradise.

ktut-tantri-dan-soekarno

Muriel Stuart Walker atau lebih dikenal dengan nama K’tut Tantri, adalah seorang perempuan berkebangsaan Amerika Serikat yang lahir di Skotlandia pada 18 Februari,1898.

Ia kemudian memutuskan pindah ke Bali setelah mengaku terpesona setelah melihat film berjudul Bali,The Last Paradise.

Ia adalah wanita berkebangsaan asing yang sempat tinggal di bali dan kemudian membantu perjuangan kemerdekaan Indonesia di Surabaya dengan cara menjadi seorang penyiar radio yang menyebarkan berita tentang perjuangan Indonesia dalam melawan penjajah.

Selain mengaku membantu gerarakan kemerdekaan di Surabaya, K’tut Tantri juga mengaku pernah mengagalkan usaha penggulingan atas Presiden Sukarno dari kursi kepemerintahan RI dalam autobiografinya.

Plot pembunuhan ini dirancang oleh sebuah komplotan yang diwakili seorang wanita ningrat dan suaminya yang merupakan antek-antek Belanda.

Pada awalnya mereka menyangka K’tut Tantri adalah mata-mata pemerintah Amerika, dan komplotan ini meminta bantuan K’tut untuk “melenyapkan” Soekarno, dan menggantinya dengan Hamengku Buwono IX.  Hamengku Buwono IX sendiri tidak terlibat dalam gerakan ini sama sekali.

K’tut Tantri seakan-akan berpihak pada komplotan tersebut demi membuka satu-persatu kedok komplotan ini. Akhirnya, gerakan dan komplotan ini gagal total dan berhasil diberangus dalam menjalankan misinya untuk membunuh Sang Presiden RI.

disarikan dari beragam sumber.

 

 

 

About author

You might also like

Hits

Di Bawah Pohon Ini, Tercetuslah Pancasila

Proses melahirkan ide atau gagasan terkadang aneh, tak jarang unik. Ia bisa saja muncul di sembarang tempat.

Budaya

Uniknya Batik Garut Dengan Motif dan Warna Yang Menyala

Satu lagi andalan Garut yang masih kurang ter-ekspose maksimal, yakni Batik. Ya, Garut memiliki batik yang khas dan unik. 

DJUANDA DAN HARI NUSANTARA

Kita mengenal Djuanda sebagai nama lapangan terbang di Surabaya. Di Bandung sendiri, nama Djuanda diabadikan menjadi nama sebuah jalan dan sebuah nama hutan raya yang terletak di Dago Pakar, yaitu