Permainan Tradisional Ini Sudah Hampir Punah (1)

Permainan Tradisional Ini Sudah Hampir Punah (1)

Beruntunglah mereka yang mengalami masa kecil di era 80 hingga 90-an. Dikarenakan mereka masih sempat menikmati permainan tradisional.

Di era gadget seperti sekarang, permainan tradisional seakan tersisihkan. padahal, sisi motorik si anak dan kecerdasan sosial si anak dapat terasah melalui permainan tradisional.

Ada berbagai macam permainan yang biasa dimainkan oleh anak anak  di indonesia, namun nampaknya di beberapa daerah permainan permainan tradisional ini sudah mulai ditinggalkan oleh anak anak. mereka lebih suka dengan gadget modern.

Berikut adalah beberapa jenis permainan tradisional anak anak indonesia :

1. Petak Umpet

Petak umpet adalah permainan yang di Barat disebut hide and seek dan dimainkan dua orang atau lebih. Semakin banyak yang memainkan, makan akan semakin seru permainan ini. Petak umpet diawali dengan menentukan siapa yang jaga(kucing). Biasanya penentuan kucing ditentukan dengan hompimpah, ciripit, atau cara lain sesuai daerah masing-masing. Kucing akan bertugas mencari dan menemukan teman-teman yang bersembunyi.

Setelah ditentukan siapa yang menjadi kucing, kucing akan menutup mata menghadap tembok/pohon yang dijadikan INGLO/BON/HONG, yaitu tempat yang disepakati sebagai patokan. Ketika kucing menutup mata dan mulai menghitung sesuai waktu yang telah disepakati, anak-anak yang lain berlari dan bersembunyi agar sebisa mungkin tidak ditemukan oleh kucing.

Setelah hitungan selesai, kucing meninggalkan INGLO/BON/HONG dan mulai mencari anak-anak lain. Apabila kucing menemukan salah satu anak, maka kucing harus menyebut nama dan berlari menuju inglo lebih dulu dari pada anak tersebut. Apabila kucing tidak/kalah dalam menyentuh inglo maka permainan dimenangkan oleh anak-anak lain dan permainan diulang.

2. Lompat Tali

Lompat tali adalah permainan tradisional yang populer dimainkan anak perempuan. tetapi banyak juga anak laki-laki yang bisa memainkan lompat tali ini.

Permainan lompat tali di mainkan oleh minimal tiga anak. Dua anak memegang tali dan seorang lainnya bermain terlebih dulu. Level ketinggian tali bervariasi, dimulai dari ketinggian yang rendah kemudian semakin tinggi apabila mampu melompat melewati tali.

 

disarikan dari beragam sumber.

About author

You might also like

Artikel 0 Comments

30 Maret, Hari Film Nasional.

Hari ini, tanggal 30 Maret diperingati sebagai “Hari Film Nasional”.   Tepat tanggal 30 Maret 1950, merupakan hari pertama proses pengambilan gambar film berjudul “Darah dan Doa” atau “Long March of

Gaya Hidup

Pulau Onrust : Benteng VOC, Karantina Haji dan Tawanan Nazi

Jika Anda kebetulan berwisata ke Kepulauan Seribu, kurang lengkap apabila tidak berkunjung ke Pulau Onrust. Sebuah Pulau yang kaya cerita dan sejarah. Pulau Onrust merupakan salah satu pulau di Kabupaten

Tokoh

Legenda Malin Kundang : Fakta atau Fiksi ?

Di Nusantara ini banyak berkembang legenda rakyat. Legenda rakyat tersebut meski sebagian besarnya fiksi namun memiliki petuah atau nasehat di dalamnya. Di Sumatera Barat, ada cerita atau legenda Malin Kundang.