Persib dan Bobotoh : Aset Nasional

Persib dan Bobotoh : Aset Nasional

Persib dan Bobotoh adalah dua kata yang tidak bisa dipisahkan. Di mana ada Persib pasti di sana ada bobotoh, meski para pemain Persib hanya melakukan latihan, bukan pertandingan sebenarnya. Di manapun Persib bermain, bobotoh berduyun-duyun menyaksikan team kesayangan mereka berlaga, tak peduli seberapa jauh lokasi pertandingannya. Terbukti, di final Indonesia Super League kemarin. Suasana Stadion Jakabaring Palembang berubah menjadi “lautan biru” bak di Stadion Jalak Harupat. Dukungan bobotoh yang luar biasa mengantarkan Persib meraih kembali singgasana Juara setelah penantian 19 tahun.
Selain Persib yang tentunya sarat prestasi. Bobotoh mengukir rekornya sendiri. Menurut laman sindonews.com yang mengutip dokumen majalah Tempo, hanya bobotoh Maung Bandung yang mampu menciptakan rekor jumlah penonton terbanyak sepanjang sejarah sepak bola Indonesia, yakni ketika memenuhi Stadion Utama Gelora Bung Karno di Final Perserikatan melawan PSMS Medan pada 24 Februari 1985. Dari kapasitas Gelora Bung Karno yang mencapai 120 ribu penonton ternyata 150 ribu lebih penonton membludak hadir dan mayoritasnya adalah bobotoh Persib. Di era profesional, yakni pada 1995, di final melawan Petrokimia, bobotoh kembali membuat rekor. Tercatat 120 ribu penonton hadir dan seperti pada 1985 mayoritasnya adalah para pendukung fanatik Persib.
Selain antusiasme di tribun penonton, bobotoh juga mengukir rating di televisi. Laga Persib melawan Macan Kemayoran Persija memiliki rating tertinggi sebesar 6,4 % dan share 25%. Angka ini unggul jauh dari sebuah acara sinetron yang menjadi raja rating di hari sebelumnya dengan angka 4,9 dan sharet 18,3% (Wadjdi, dalam kompasiana, 2012). Dengan fakta-fakta seperti itu, sejatinya Persib dan bobotoh bukan saja kebanggaan masyarakat Jawa Barat. Persib dan bobotoh adalah aset nasional yang patut dibanggakan.

Akhmad Faizal Reza

Comments

About author

You might also like

Makanan 0 Comments

Eureka ! Ayam Goreng Rp9000-an

Jika Archimides berkata Eureka ! karena bahagia berkat penemuannya, Saya pun merasakan perasaan yang serupa, meski penemuan saya kali ini sama sekali tidak untuk dibandingkan. Bayangkan saja, setelah penat bekerja

Gaya Hidup 0 Comments

Ketika Demam Batu Akik Melanda

Hampir di setiap sudut jalan terlihat kerumunan. Bahkan berlangsung hingga larut malam. Ketika didekati, nampaklah aktivitas pedagang dan penjual batu akik sedang asyik bertransaksi. Belakangan fenomena ini menjamur. Dari mulai

Gaya Hidup

Villa Sibentang, Private Villa Eksotik di Cipanas Garut

Garut nan elok dan cantik, yang semenjak zaman baheula memiliki julukan “Swiss van Java” senantiasa menjadi magnet.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply