Rara Jongrang, Bandung Bandawasa dan 999 Candi Itu

Rara Jongrang, Bandung Bandawasa dan 999 Candi Itu

Pernah ke Candi Prambanan ? Sekali dalam seumur hidup Anda perlu berkunjung ke sana. Selain sarat sejarah, ada mitos yang berkembang di belakangnya.

Selain tentu saja arsitektur candi yang begitu menakjubkan, yang tak kalah menakjubkannya lagi adalah cerita atau mitos yang menyelimutinya. Menurut catatan sejarah, Candi Prambanan atau Candi Roro Jonggrang adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 masehi.

Candi ini dipersembahkan untuk Trimurti, tiga dewa utama Hindu yaitu Brahma sebagai dewa pencipta, Wishnu sebagai dewa pemelihara, dan Siwa sebagai dewa pemusnah. Berdasarkan prasasti Siwagrha nama asli kompleks candi ini adalah Siwagrha (bahasa Sanskerta yang bermakna ‘Rumah Siwa’), dan memang di garbagriha (ruang utama) candi ini bersemayam arca Siwa Mahadewa setinggi tiga meter yang menujukkan bahwa di candi ini dewa Siwa lebih diutamakan.

Kompleks candi ini terletak di kecamatan Prambanan, Sleman dan kecamatan Prambanan, Klaten, kurang lebih 17 kilometer timur laut Yogyakarta, 50 kilometer barat daya Surakarta dan 120 kilometer selatan Semarang, persis di perbatasan antara provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Mitos Candi Prambanan.

Konon dahulu terdapat dua kerajaan yang bertetangga, yaitu Kerajaan Pengging dan Kerajaan Baka. Kerajaan Pengging dipimpin oleh Prabu Damar Maya. Ia memiliki putra bernama Raden Bandung Bondowoso yang gagah perkasa dan sakti. Sedangkan kerajaan Baka dipimpin oleh raksasa pemakan manusia bernama Prabu Baka. Prabu Baka memiliki putri cantik bernama Rara Jonggrang (Loro Jonggrang). Ia juga dibantu oleh seorang seorang patih bernama Gupala.

Meski memiliki kerajaan yang subur dan makmur, tapi tak menyurutkan niat Prabu Baka untuk memperluas kekuasaannya. Prabu Baka menyerukan perang kepada kerajaan Pengging, balatentara Kerajaan Baka langsung menyerbu Pengging. Pertempuran meletus di kerajaan Pengging, banyak korban berjatuhan.

Untuk mengalahkan pasukan Raja Baka, Prabu Damar Maya mengirimkan Bandung Bondowoso bertempur menghadapi Prabu Baka. Berkat kesaktiannya, Bandung Bondowoso berhasil mengalahkan dan membunuh Prabu Baka. Singkat cerita, berita kematian Raja Baka pun sampai ke telinga Rara Jonggrang. Mendengar ayahnya dikalahkan dan kerajaannya takluk kepada Pengging, membuat Rara Jonggrang syok dan meratapi kematian ayahnya.

Setelah kerajaan Baka jatuh ke dalam kekuasaan Pengging, Pangeran Bandung Bondowoso menyerbu masuk ke dalam Istana Baka. Dan saat melihat Rara Jonggrang pertama kalinya, seketika Bandung Bondowoso terpikat oleh kecantikan sang putri. Bondowoso akhirnya melamar Rara Jonggrang, tapi lamarannya ditolak, karena sang putri tidak mau menikahi pembunuh ayahnya dan penjajah negaranya.

Dua Syarat Dari Rara Jonggrang

Setelah terus-menerus dipaksa, Rara Jonggrang akhirnya bersedia dinikahi Bondowoso dengan dua syarat yaitu membuat sumur yang dinamakan sumur Jalatunda dan pembangunan seribu candi hanya dalam waktu satu malam. Bandung Bondowoso menyanggupi kedua syarat tersebut.

Berkat kesaktiannya, Bandung Bondowoso berhasil menyelesaikan sumur Jalatunda . Setelah sumur selesai, Rara Jonggrang berusaha memperdaya sang pangeran agar bersedia turun ke dalam sumur dan memeriksanya. Setelah Bandung Bondowoso turun, sang putri memerintahkan Gupala untuk menutup dan menimbun sumur dengan batu. Akan tetapi, Bandung Bondowoso berhasil keluar dengan cara mendobrak timbunan batu berkat kesaktiannya. Bondowoso sempat marah, namun segera tenang karena kecantikan dan bujuk rayu sang putri.

Untuk mewujudkan syarat kedua, Pangeran Bondowoso yang sakti mandraguna tersebut memanggil makhluk halus, jin, setan, dan dedemit dari perut Bumi. Dengan bantuan makhluk halus ini, sang pangeran berhasil menyelesaikan 999 candi. Ketika Rara Jonggrang mendengar kabar bahwa seribu candi sudah hampir rampung, sang putri berusaha menggagalkan tugas Bondowoso.

Ia membangunkan dayang-dayang istana dan perempuan-perempuan desa untuk mulai menumbuk padi. Ia juga memerintahkan agar gundukan jerami dibakar di sisi timur. Mengira bahwa pagi telah tiba dan sebentar lagi matahari akan terbit, para makhluk halus lari ketakutan bersembunyi masuk kembali ke perut Bumi. Akibatnya, hanya 999 candi yang berhasil dibangun sehingga usaha Bandung Bondowoso gagal.

Setelah mengetahui bahwa semua itu adalah hasil kecurangan dan tipu muslihat Rara Jonggrang, Bandung Bondowoso amat murka dan mengutuk Rara Jonggrang agar menjadi batu. Sang putri berubah menjadi arca terindah untuk menggenapi candi keseribu. Oleh sebab itulah Candi Prambanan dikenal juga sebagai Candi Sewu (Candi Seribu).

disarikan dari beragam sumber.

Comments

About author

You might also like

Napak Tilas

Kalau Presiden RI Bengkak Kakinya (1)

Cerita ini adalah tentang keseharian Bung Karno yang diceritakan anaknya, Guntur Soekarnoputra dalam bukunya “Bung Karno Bapakku, Kawanku, Guruku.”

Artikel

Siapa Sangka, Foto Berwarna Ini Sudah Berusia 100 Tahun !

Bagi kita yang lahir di periode 80 hingga 90 puluhan mungkin tidak terlalu aneh melihat foto berwarna. Meski masih memakai film sebagai medianya, foto berwarna sudah begitu lumrahnya.

Makanan 0 Comments

Angkringan, Belajar Iso Rumongso

Mungkin salah satu yang dimiliki Yogyakarta berbeda dengan daerah lain, adalah angkringan. Angkringan berasal dari kata angkring atau nongkrong sering disebut juga warung HIK, singkatan dari Hidangan Istimewa Kampung, merupakan