Reaktor Nuklir Kuno Lebih Canggih Dari Reaktor Nuklir Modern?

Reaktor Nuklir Kuno Lebih Canggih Dari Reaktor Nuklir Modern?

Seperti yang telah kita ketahui sebelumnya mengenai penemuan reaktor nuklir kuno yang diperkirakan usianya mencapai 1,8 miliar tahun di wilayah Oklo, Negara Gabon, Afrika.

Apabila kita membandingkan reaktor nuklir kuno ini tidak dapat dibandingkan dengan reaktor nuklir di era modern baik secara design dan juga fungsi. Berdasarkan studi, reaktor nuklir kuno di Gabon ini memiliki kedalaman beberapa kilometer.
Hal yang menarik dari reaktor nuklir kuno ini adalah dampak termal pada lingkungan hanya sebatas radius 40 meter ke semua sisi. Penemuan yang lebih mencengangkan, limbah radioaktif dari reaktor nuklir kuno ini tidak menyebar luas, bahkan tidak berpindah tempat.

Yang mengejutkan adalah raksi nuklir yang terjadi menuju plutonium, terbuat dan reaksi nuklir itu sendiri telah dimoderasi oleh sesuatu hal yang dianggap sebagai “cawan suci” bagi ilmu atom. Kemampuan moderasi reaksi bermakna bahwa sewaktu reaksi dimulai, mungkin untuk mempengaruhi output power secara terkendali, dengan kemampuan untuk mencegah katastropi ledakan atau pelepasan energi seketika.

Para peneliti menjuluki reaktor Nuklir Oklo sebagai “Reaktor Nuklir Alam”, namun kebenaran akan hal ini masih jauh diluar pemahaman kita. Beberapa peneliti yang turut berpartisipasi dalam percobaan reaktor nuklir kuno ini menyimpulkan bahwa mineral-mineral tersebut telah diperkaya sejak masa lalu, sekitar 1,8 milyar tahun, yang menghasilkan reaksi berantai secara spontan.
Mereka juga menyimpulkan bahwa air digunakan untuk memoderasi reaksi nuklir, sama seperti pada reaktor nuklir modern yang menggunakan corong graphite-cardium untuk mencegah terjadinya kondisi berbahaya dan ledakan. Namun, reaktor nuklir kuno Gabon terbentuk secara alami.

Dr. Glenn T. Seaborg, peraih nobel sekaligus mantan pimpinan United States Atomic Energy Commission menggaris bawahi bahwa reaksi ‘pembakaran’ uranium harus dalam kondisi yang tepat. Air yang dipergunakan dalam reaksi nuklir harus sangat murni. Karena apabila ada sedikit saja kontaminan dalam air tersebut, maka reaksi nuklir akan ‘keracunan’ dan terhenti.
Jika reaktor nuklir kuno ini terbentuk dan bekerja secara alami, maka hal ini memungkinkan. Karena kandungan air pada saat itu diperkirakan sangat minim kontaminan.

Comments

About author

You might also like

Napak Tilas

Kalau Presiden RI Bengkak Kakinya (2-tamat)

Cerita ini adalah tentang keseharian Bung Karno yang diceritakan anaknya, Guntur Soekarnoputra dalam bukunya “Bung Karno Bapakku, Kawanku, Guruku.”

Artikel

Kecap Blitar Nomor Satu Di Dunia (2-tamat)

Tulisan ini merupakan tulisan wartawan senior Susanto Pudjomartono yang pernah dimuat di Majalah Gatra, 9 Juni 2001 :

Hits

Harta Karun di Perairan Indonesia Diperkirakan Bernilai 127,6 Triliun ! (1)

Sudah semenjak dulu perairan Nusantara banyak dikunjungi kapal-kapal dagang. Seperti tercatat di buku-buku sejarah, Nusantara menjadi tujuan pencarian rempah-rempah dan sumber alam yang menjadi incaran para pedagang dari Barat.