Rencana Bandung Menjadi Ibukota Hindia Belanda (2)

Rencana Bandung Menjadi Ibukota Hindia Belanda (2)

Untuk beberapa periode, Bandung tidak banyak mengalami perubahan. Namun, alih-alih mati, lambat laun kota ini berkembang menjadi sebuah kota yang penting. Terlebih akibat meletusnya Gunung Gede menyebabkan Ibukota Priangan dipindahkan dari Cianjur ke Bandung oleh Residen Van der Moore pada tahun 1864. Kemudian di tahun-tahun berikutnya, jalur kereta api yang melewati kota ini juga berhasil di bangun.

Adanya Undang-Undang Agraria tahun 1870 membuat bermunculannya perkebunan di seputaran kota Bandung dan berhasil menggeliatkan sektor ekonomi. Di sektor pendidikan didirikan juga sekolah-sekolah semisal tahun 1866 Kweekschool (Sekolah Guru), pendidikan Pamongpraja MOSVIA dan OSVIA pada tahun 1879, dan di tahun 1920 dibuka Technische Hoogesschool (THS) yang menjadi cikal bakal ITB di kemudian hari.

Bahkan, fakta yang lebih mengejutkan –seperti dikutip dari artikel Haryoto Kunto-adalah adanya rencana pemindahan Ibukota Hindia Belanda dari Batavia ke Bandung ! Di tahun 1916, sebuah studi dari HF Tillme, seorang ahli kesehatan lingkungan di Semarang menyimpulkan bahwa kondisi dan kualitas fisik perkotaan di pantai utara Pulau Jawa kurang sehat dan tidak ideal sebagai pusat administrasi pemerintahan, oleh karena itu diusulkan untuk dipindahkan ke pedalaman yang udaranya lebih nyaman dan segar, dan Bandung menjadi salah satu alternatifnya (Pikiran Rakyat, 27 September 1999).

Dengan usulan ini, beberapa instansi pemerintahan sudah mulai dipindahkan ke Bandung, dan direncanakan semua instansi ini akan ditempatkan dan ditampung dalam sebuah kompleks perkantoran yang luas dan megah yang sekarang dikenal sebagai Gedung Sate. Tetapi, rencana tersebut akhirnya gagal, lantaran krisis global atau “malaise” di tahun 1930-an. Kendati demikian, Bandung kemudian terus berkembang menjadi salah satu kota yang diperhitungkan.

Akhmad Faizal Reza

Comments

About author

You might also like

Napak Tilas

Harta Karun di Perairan Indonesia Diperkirakan Bernilai 127,6 Triliun ! (3-tamat)

Selain ikan dan minyak bumi, muatan harta karun dari kapal-kapal karam yang disinyalir berjumlah jumlah ratusan !

Napak Tilas

Nama Soekarno di Abadikan Di Negara-Negara Ini (2)

Gaung Soekarno ternyata tidak saja menggema di tanah air. Imbasnya terasa di mancanegara dan jejaknya ada hingga kini.

Artikel

Arti Kujang Bagi Masyarakat Sunda

Sejak duduk di bangku sekolah dasar kita diajarkan bahwa masyarakat Nusantara memiliki senjata tradisional. Salah satunya yang terkenal adalah Kujang.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply