Rujak Soto, Banyuwangi.

Rujak Soto, Banyuwangi.

Warung Rujak Soto di kota Banyuwangi.

Warung Rujak Soto di kota Banyuwangi.

Banyuwangi, ujung timur pulau jawa bersebrangan dengan pulau Dewata-Bali. Kota dengan jumlah penduduk 1,6 juta jiwa ini memiliki banyak keindahan alam yang layak untuk kita kunjungi. Ada 3 Taman Nasional, beberapa air terjun dan juga kawasan hutan yang terpapar luas.

Selepas shooting film dokumenter di Kawah Ijen, tim siloka.com bergegas menuju Pantai Plengkung, Teluk Grajagan yang juga dikenal sebagai “G-Land”. Lokasi surfing internasional dengan ketinggian ombak mencapai 4 meter, dan panjang gelombang sejauh 400 meter dari bibir pantai yang membuat salah satu anggota kami ngebet untuk uji kemampuan surfing disana.

Dalam perjalanan, tepatnya di kota Banyuwangi, kita sedikit keheranan melihat banyaknya warung bertuliskan “Rujak Soto”. Dari namanya membuat kita bingung membayangkan rasanya, apalagi kami berasal dari Jawa Barat, Sulawesi dan Kalimantan.

Penasaran dengan rasa rujak berpadu kuah soto, tim siloka mengunjungi salah satu warung. Tak lama duduk, kami ditawari minuman Temulawak racikan pemilik warung yang disajikan dengan es batu. Segar!

Rujak Soto!! Pertama-tama sang penjual soto membuat bumbu rujak yang terdiri dari cabai, gula merah, kacang tanah, dan beberapa iris pisang.
Setelah bumbu rujak selesai, lontong dimasukan bersama tahu, tempe, kangkung, bayam, kacang panjang, tauge dan bambu muda yang merupakan makanan favorit panda.
Yang terakhir, campuran rujak tadi disiram kuah soto beserta potongan babat sapi, lalu ditaburi bawang goreng dan kerupuk.

Rujak Soto, kuliner khas Banyuwangi

Rujak Soto, kuliner khas Banyuwangi

Cita rasa dari campuran dua jenis masakan ini sangat unik. Perpaduan rasa manis dengan rasa gurih dari kuah soto yang panas ditambah aroma daging, lezat dan menyegarkan.

Dalam budaya sunda, rujak identik dengan buah-buahan sehingga rujak di jawa barat identik juga dengan rasa asam. Rujak Soto Banyuwangi ini tidak ada kandungan buah, sehingga tidak ada rasa asam. Di Banyuwangi rujak buah seperti ini disebut Rujak Kecut alias Rujak Asam.

Mungkin keunikan dari kuliner Banyuwangi adalah budaya mencampur-campur masakan. Karena selain Rujak Soto, kita juga menemukan Pecel Rawon, Nasi Campur atau Nasi Cawuk, Rujak Singkong dan juga Rawon Sop Iga.

Comments

About author

You might also like

Gaya Hidup 0 Comments

Suatu Sore Bersama Gandhi, MLK dan Mandela (2)

Mandela menimpali : “Perjuangan Anda Tuan Gandhi, melintasi ruang dan waktu. Kami di Afrika Selatan juga tidak bisa dipisahkan dari pengaruh Tuan. Ini saya tegaskan dalam artikel saya “The Sacred

Gaya Hidup 0 Comments

Suatu Sore Bersama Gandhi, MLK dan Mandela (3)

Mandela : “Kalau boleh menambahkan, konsep Ahimsa bukan berarti pasifisme. Itu adalah aksi. Itu adalah perlawanan. Seperti itulah yang saya maksudkan dalam The Sacred Warrior. Saya mengikuti strategi Tuan Gandhi,

Gaya Hidup 0 Comments

Suatu Sore Bersama Gandhi, MLK dan Mandela (1)

Seperti biasa, setiap akhir pekan Saya menghabiskan sore di beranda rumah. Di temani secangkir kopi, dan pisang goreng buatan istri sudah cukup mumpuni. Namun, sore ini bukanlah sore yang biasa.