Sebuah Refleksi: Anakku, Anakmu, Anak Kita Semua

Sebuah Refleksi: Anakku, Anakmu, Anak Kita Semua

Anak. Siapakah yang lebih merasakan kehadiran seorang anak selain orang tua, terutama ibu. Di antara keduanya terdapat pautan jiwa.

Sayangnya, anak di Indonesia tidak semuanya beruntung. Sebagian dari mereka masih terpapar gizi buruk, kurangnya perhatian dan jadi korban kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT. Banyak kasus-kasus yang diangkat oleh media massa yang membuat kita miris. Anak yang semestinya dilindungi justru jadi korban keserakahan, ambisi dan nafsu.

Anak adalah masa depan bangsa. Bangsa yang kuat dan maju bisa diukur dari kualitas anak-anaknya. Jika kondisi anak-anaknya memrihatinkan, sudah bisa ditebak nasib bangsa tersebut ke depannya. Pada 23 Juli setiap tahunnya kita memperingati Hari Anak Nasional. Sudahkah kita peduli dengan nasib mereka? Kesehatan, pendidikan dan gizi mereka ?

Membicarakan tentang anak-anak, teringat syair yang pernah dibuat Kahlil Gibran. Sebuah syair yang sangat menyentuh dan bagus untuk kita renungkan.

Anak Anakmu (Kahlil Gibran)

Anak-anakmu bukanlah anak-anakmu
Mereka adalah anak-anak kehidupan yang rindu akan dirinya sendiri
Mereka terlahir melalui engkau tapi bukan darimu
Meskipun mereka ada bersamamu tapi mereka bukan milikmu

Pada mereka engkau dapat memberikan cintamu, tapi bukan pikiranmu
Karena mereka memiliki pikiran mereka sendiri

Engkau bisa merumahkan tubuh-tubuh tapi bukan jiwa mereka,
Karena jiwa-jiwa itu tinggal di rumah hari esok, yang tak pernah dapat engkau kunjungi meskipun dalam mimpi

Engkau bisa menjadi seperti mereka, tapi jangan coba menjadikan mereka sepertimu
Karena hidup tidak berjalan mundur dan tidak pula berada di masa lalu

Engkau adalah busur-busur tempat anak-anakmu menjadi anak-anak panah yang hidup diluncurkan

Sang pemanah telah membidik arah keabadian, dan ia meregangkanmu dengan kekuatannya sehingga anak-anak panah itu dapat meluncur dengan cepat dan jauh

Jadikanlah tarikan tangan sang pemanah itu sebagai kegembiraan
Sebab ketika ia mencintai anak-anak panah yang terbang, maka ia juga mencintai busur yang telah diluncurkannya dengan sepenuh kekuatan.-

Selamat Hari Anak Nasional, anak-anak Indonesia!*

 

About author

You might also like

Lingkungan 0 Comments

Taman Tematik Membuat Anda Bahagia

“Ciri kota yang baik adalah kota yang bisa menggoda warganya untuk keluar rumah dengan sukarela. Bersantai di jalur pedestrian atau di bibir bangunan atau berinteraksi di taman kota” -Enrique Penelosa,

Hits

Aylan Kurdi, Bocah Suriah Yang Membuat Dunia Menangis

Konflik Suriah terus berkepanjangan. Gelombang pengungsi berdiaspora ke mana-mana. Adalah Aylan Kurdi membuat dunia menangis,

Napak Tilas

Jasa Soekarno Menyelamatkan Universitas Al-Azhar Mesir

Mesir bukan semata soal Piramida. Di sana ada Universitas Al-Azhar. Mesir dan Universitas ini ibarat dua sisi mata uang.