Sehabis Lebaran, Semoga Menjadi Lebih Baik.

Sehabis Lebaran, Semoga Menjadi Lebih Baik.

Lebaran telah berlalu. Yang mudik ke kampung halaman mulai berdatangan kembali ke kota-kota untuk melanjutkan pergumulannya.

Sehabis lebaran kita memulai lembaran baru. Maaf telah terucapkan, dan hati menjadi ikhlas setelah memaafkan. Dalam terminologi Islam, “kita kembali lagi ke fitrah” ibarat bayi tak berdosa yang putih bersih tak bernoda. Semoga ke depannya kita tidak membuat dosa-dosa personal dan dosa-dosa sosial lagi.

Bangsa kita, di bawah Presiden Jokowi dan kabinetnya semoga dapat mengantarkan Indonesia tinggal landas, menjadi negara maju dan disegani oleh negara-negara lainnya. Perjalanan bangsa ini sesungguhnya unik, dan pengalaman kita kaya.

Selama hampir 70 tahun semenjak kita merdeka. Riak-riak dan gelombang yang besar dan membahayakan pernah menerpa bangsa kita. Kita pernah merasakan pahit getirnya pemberontakan, gerakan separatis, dan morat-marit ekonomi, namun kita masih sanggup bertahan dan berderap maju ke depan.

Kita pernah merasakan tahun-tahun -dalam bahasa Bung Karno- vivere pericoloso, tahun-tahun yang menyerempet bahaya. Kita sebagai bangsa hampir terpecah-pecah menjadi pecahan kecil, dan persatuan kita terancam runtuh. Kita telah diuji oleh waktu, angin, badai dan ancaman yang bersimaharajalela.

Toleransi yang membuat dada kita membusung sedang diuji. Kekerasan atas nama agama, radikalisme dan paham-paham sempit dan cupet sedang melanda tanah air satu dasawarsa ini. Tuhan senantiasa menguji kita dengan pelbagai cobaan dan ujian, akankah kita mampu bertahan sebagai sebuah bangsa, sebagai sebuah Nusantara seperti yang telah diidamkan para founding fathers kita ?

Bangsa adalah sebuah “imagined community” dalam bahasa Cliffort Gertz. Sebuah komunitas yang dibayangkan, diimpikan. Kita telah mencapai gerbang kemerdekaan kata Bung Karno. Dan di seberang gerbang tersebut ada sebuah jembatan emas. Jembatan emas itu mengantar kita ke jalan dua arah. Jalan yang satu mengantarkan kita ke arah sama rata sama rasa, jalan yang lain mengantarkan kita ke arah sama ratap sama tangis, silakan pilih ! Semoga setelah lebaran ini, kita tidak memilih jalan yang salah !

About author

You might also like

Napak Tilas

Legenda Sumur Bandung

Aura mistis sering melingkupi cerita seputar Sumur Bandung. Di sana-sini banyak dibumbui hal-hal takhayul. Namun, bagaimana sesungguhnya fakta dari Sumur Bandung itu sendiri ? Pertanyaan yang mesti diajukan pertama kali adalah,

Artikel

UNPAD Menjadi Kampus Terfavorit

Universitas Padjadjaran selalu menyorot perhatian para pelajar sekolah menengah atas yang akan melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi.

Artikel

Tim Hunt; Peraih Nobel dan Candaan yang Buruk Soal Perempuan

Peraih nobel fisiologi harus mengundurkan diri dari University of College London karena candaannya mengenai perempuan.