Sejarah Sebenarnya Permainan Tiki-Taka Barcelona

Sejarah Sebenarnya Permainan Tiki-Taka Barcelona

Barca musim 2004-2005

Barca musim 2004-2005

Gaya tiki-taka versi terbaru yang lebih pragmatis diperagakan raksasa Catalan Barcelona telah menelan korban terbaru yakni dengan menghancurkan Bayern Muenchen 3-0 tanpa balas di stadium Nou Camp.

Isitlah tiki-taka dimulai ketika Spanyol berhadapan dengan Tunisia di Piala Dunia 2006 dibawah arsitek Luis Aragones.

Kala itu Andres Montes, penyiar TV asal Spanyol yang mengomentari jalannya pertandingan berkata “Estamos tocando tiqui-taca” yang berarti “kita bermain tiki – taka”, ini mengacu kepada kagumnya Montes pada aliran bola tim Spanyol yang begitu mengalir lancar dari kaki para pemainnya. Lalu sejak kapankah tiki-taka mulai muncul?

Di bawah Guardiola Barcelona merajai Eropa dan dunia dengan gaya tiki-taka nya, sangat wajar jika banyak yang berpendapat Guardiola lah penemu tiki-taka, karena hasilnya yang fenomenal.

Bahkan ada yang lebih jauh menyebut legenda dan mantan pelatih Barcelona Johan Cruijff adalah penciptanya tiki-taka, karena Cruijf adalah pemain Belanda bersama Rinus Mitchel yang mengarsiteki permainan total footbal pada era 70-an yang begitu melegenda.

Akan tetapi Frank Rijkaard lah yang menukangi klub Barcelona dari 2003-2008, pencipta dan pembentuk fondasi tiki-taka dan gaya bermain yang mengagungkan possession di Barcelona sampai saat ini.

Dipercaya sebagai pelatih pada musim 2003-2004, Rijkaard melakukan pembelian yang sangat penting diantaranya adalah Ronaldinho dengan menggabungkan beberapa pemain muda hasil akademi Barca yakni Xavi, Iniesta, Puyol, Valdes berhasil membawa keterpurukan puasa gelar semenjak 1998-1999 yang pada akhirnya Rijkaard dan tim finis di posisi dua klasemen di musim pertamanya 2003-2004.

Baru pada gelaran musim 2004-2005 wujud tiki-taka berwujud, dimana korbannya begitu banyak,dan belum yang bisa meredam gaya tersebut, bahkan Real Madrid pun dibuat bertekuk lutut, padahal kala itu Madrid dihuni pemain-pemain bintang seperti Ronaldo, Zidane, Raul, David Beckham.

Begitu dahsyatnya gaya permainan Barca saat itu dengan Trio maut di depan yakni Ronaldinho, Eto’o dan Giuly menjadi momok menakutkan para bek lawan. Bahkan di musim ini Rikjaard memberikan kepercayaan kepada Messi untuk berkembang dan bermain, bahkan Messi sendiri mengucapkan terima kasih kepada pelatih asal Belanda tersebut yang telah memberikan kesempatan pada dirinya.

Trio Barca

Kehadiran Messi pada 2004-2005 membuat tiki-taka lebih ganas. Penulis sempat melihat aksi Barca pada saat itu dan dibuat berdecak kagum, gerangan permainan apakah ini? Bola tidak pernah lepas dari pemain Barca dan lawan hanya berlari tanpa daya, dan walaupun bola lepas, maka semua pemain tidak terkecuali striker, harus memburunya kembali.

Bahkan Chelsea yang dilatih oleh Jose Mourinho pun harus memakai taktik Parkir Bus kala menghadapi Barca, karena jika bermain terbuka maka kiamat buat mereka. Dan ini terbukti berhasil dengan meredam Barca di Liga Champion kala itu.

Permainan dengan kecepatan tinggi yang mengandalkan posisi pemain dalam menjaga possession bola sudah dijalankan Barca sejak Rijkaard, tapi entah kenapa Pep Guardiola lah yang disebut penciptanya, padahal secara logika istilah tiki-taka baru ada tahun 2006 dimana, kala itu adalah puncak kejayaan Barca dengan ditandai merebut titel Liga Champion 2005-2006.

Sungguh sangat wajar jika gaya tersebut mewarnai timnas Spanyol karena banyak pemain Spanyol bermain di Barca, dan ini sangat efektif mengingat postur tubuh pemain Spanyol yang kalah dari timnas lainnya.

Selepas Rijkaard pada 2008, direksi menunjuk Pep Guardiola. Di tangannya lah Barca memasuki periode keemasan yang tidak pernah diraih klub bola lain sepanjang sejarah. Berbekal gaya tiki-taka yang sudah mendarah daging di antara pemain, Pep memoles nya menjadi lebih sempurna, dan berhasil meraih enam gelar dalam semusim.

Walaupun Rijkaard pergi, akan tetapi jasanya dalam Barcelona saat ini tidak bisa dilepaskan, karena Rikjaard lah Barcelona berubah selamanya. Maybe You Have Gone But You’re Not Forgotten

 

Penulis : Triza M.Irfan

Comments

About author

You might also like

Budaya

Masjid Cipari Garut, Masjid Berasitektur Mirip Gereja

Biasanya sebuah bangunan, apalagi fungsinya sebagai tempat ibadah mencirikan arsitektur khas yang berbeda dari tempat lainnya.

Hits

Tidak Suka Sex? Waspada Kemungkinan Sexual Anorexia

Saat bagian dari diri kita yang berhubungan dengan seksual ditutup rapat atau dibatasi, maka kondisi psikologis pun terganggu.

Gaya Hidup

Karena Batu Akik, Anak-Anak SD Di Kampung Ini Sudah Bisa Kredit Motor

Mungkin kita tidak pernah mendengar Kampung Garduh, di manakah kampung itu ? Apa hebatnya ? Namun nama kampung ini ternyata telah mendunia.