Suatu Sore Bersama Gandhi, MLK dan Mandela (1)

Suatu Sore Bersama Gandhi, MLK dan Mandela (1)

suatu-sore-bersama-ghandi

Seperti biasa, setiap akhir pekan Saya menghabiskan sore di beranda rumah. Di temani secangkir kopi, dan pisang goreng buatan istri sudah cukup mumpuni. Namun, sore ini bukanlah sore yang biasa. Saya sedang menunggu tamu yang sudah saya undang jauh-jauh hari. Tidak lama datanglah tamu itu. Saya bergegas menyambutnya. Ia merapatkan kedua telapak tangannya dan berkata, “Namaste.” Kacamata bulat, rambutnya yang botak, dan memakai tongkat, persis seperti itulah Saya melihatnya di buku-buku sejarah. “Sungguh suatu kehormatan Tuan Gandhi dapat memenuhi undangan Saya.” Tidak sampai lima menit kemudian, datanglah tamu yang lain. Seorang Afro Amerika, dengan setelan jas hitam lengkap. “Selamat datang Tuan King” kataku. Ya, tamuku kali ini adalah Martin Luther King jr (MLK). Saya menunggu tamu terakhirku, dan ah….tak lama ia juga datang. Senyum mengembang di wajahnya. “Ah, Madiba.., mari-mari, terima kasih atas kedatangannya.” Saya menyalaminya. Seperti biasa, ia mengenakan kemeja batik. Tamuku yang terakhir ini adalah Mandela.
Saya :“Mari, silakan duduk. Maaf, menganggu kesibukan Tuan-Tuan. Saya benar-benar membutuhkan saran dari Tuan-Tuan. Saya yakin, Tuan-Tuan sangat menguasai topik ini. Karena topik inilah yang Tuan perjuangkan selama ini. Langsung saja kepada point-nya , yakni apa respon yang mesti kita pilih dan lakukan di tengah kondisi dan sistem yang serba menindas”
MLK : “Ah, pertanyaan ini sebaiknya dijawab Tuan Gandhi, saya tidak ingin mendahului…beliaulah inspirasi kami, bukan begitu Tuan Mandela ?
Mandela : “Betul, saya setuju, silakan Tuan Gandhi lah yang harus memulai…
Gandhi merapatkan kedua belah tangannya, kemudian berkata : “Ah, Tuan-Tuan ini sangat merendah, apa yang Tuan-Tuan lakukan sesungguhnya merupakan jawaban terhadap pertanyaan Tuan Rumah….
MLK : “Sungguh Tuan Gandhi, Andalah inspirasi kami. Pada penganugerahan Nobel 1964 lalu, saya menegaskan bahwa Andalah contoh kesuksesan perjuangan tanpa kekerasan. Anda menantang Kerajaan Inggris Raya…Anda berjuang hanya dengan senjata kebenaran, kekuatan nurani, dan keberanian. “

About author

You might also like

Jalan-Jalan

Beauty of Indonesia-Magnificent Takabonerate.

Takabonerate, Sulawesi Selatan, gugusan kepulauan Atoll terbesar di Indonesia dan kedua terbesar di dunia.

Jalan-Jalan 0 Comments

Denyut Pasar Andir

Jangan tanyakan jam normal di sini. Ketika sebagian besar masyarakat Bandung masih terlelap dan diselimuti mimpi indah atau mungkin mimpi buruk, Pasar Andir menghadirkan suasana sebaliknya. Denyut aktivitas manusia mulai

Artikel

Inilah Negara-Negara Paling Lama Waktu Puasanya

Pelaksanaan puasa di berbagai belahan dunia memiliki keunikan tersendiri. Salah satunya adalah soal waktu puasa yang beragam.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply