Surga Itu Bernama Ciletuh Geopark (1)

Surga Itu Bernama Ciletuh Geopark (1)

Indonesia sangat kaya alamnya, dan yang menakjubkan kita memiliki Geopark. Lokasinya tidak terlalu jauh, masih di Jawa Barat juga.

Dan memang mencari keindahan alam tidak perlu ke mancanegara. Hanya dengan menempuh perjalanan beberapa jam dari Bandung, terbentang sebuah mahakarya sang pencipta dengan pemandangan bak lukisan alam raksasa. Mulai dari pegunungan, sawah, sungai, air terjun (curug), batuan dan laut ada di sini. Semua tersaji lengkap dalam sebuah kawasan yang disebut Ciletuh Geopark.

Ciletuh Geopark memang belum sepopuler Ujung Genteng ataupun Pelabuhan Ratu, dan jalan menuju Ciletuh Geopark memang boleh dibilang masih jelek. Jadi wajar jika banyak yang belum tahu keindahan tempat ini.

Idealnya, mengunjungi Ciletuh Geopark ini butuh waktu 3-4 hari. Tapi seandainya hanya punya waktu terbatas, kita sudah bisa mengunjungi beberapa lokasi yang bisa dijangkau dalam waktu satu hari, seperti Panenjoan, Curug Awang, Curug Sodong, Pantai Palangpang, Curug Cimarinjung dan Puncak Darma.
NAMA Ciletuh berasal dari nama sungai yang membentang sejauh 50-an kilometer dari Desa Tamanjaya hingga Teluk Ciletuh, Pantai Palangpang, Desa Ciwaru. Selain Ciwaru dan Tamanjaya, Ciletuh Geopark juga meliputi tiga desa lainnya, yakni Desa Mekarmukti, Ciemas, dan Mandrajaya.

Panenjoan sendiri adalah titik tertinggi sekaligus menjadi gerbang masuk menuju objek wisata alam Ciletuh Geopark. Dari Panenjoan, gunung-gunung yang mengelilingi Ciletuh Geopark terlihat indah berjajar di sisi kiri dan kanan. Samudra Hindia yang biru juga terlihat berbatas cakrawala.

Saat musim penghujan, biasanya hamparan sawah juga terlihat menyejukkan. Tapi, bahkan ketika kemarau mendera dan sawah-sawah cokelat mengering, keindahannya masih terasa. Dari Panenjoan, pemandangan Ciletuh memang seperti sebuah lukisan.

disarikan dari beragam sumber.

Comments

About author

You might also like

Artikel

Sehabis Lebaran, Semoga Menjadi Lebih Baik.

Lebaran telah berlalu. Yang mudik ke kampung halaman mulai berdatangan kembali ke kota-kota untuk melanjutkan pergumulannya.

Artikel

Anda Sudah Dewasa ? Silakan Lompati Batu Setinggi 2 Meter

Satu lagi tradisi unik yang dimiliki Nusantara, tepatnya di Pulau Nias adalah Fahombo, atau tradisi lompat batu bagi yang sudah dewasa.

Napak Tilas 0 Comments

Benarkah Tim Arkeolog Menemukan “Kujang” Di Gunung Padang ?

Penelusuran di Gunung Padang semakin hari semakin memunculkan banyak temuan yang masih menjadi misteri. Setelah penemuan makam-makam tua di sekitaran Gunung Padang (lihat artikel : Ada Makam Kabayan di Situs