Tahukah Kalian Ulang Tahun Monas?

Tahukah Kalian Ulang Tahun Monas?

Dahulu semasa kecil, hal yang diucapkan pertama kali ketika hendak pergi ke ibukota adalah, “Ayo kita ke Monas!”

Padahal Jakarta tidak melulu tentang Monas -singkatan dari Monumen Nasional. Di sana ada Masjid Istiqlal yang megah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Dunia Fantasi (Dufan) dan banyak sekali pusat perbelanjaan. Namun, karena Monas merupakan ikon kota Jakarta, menyambangi bangunan ini menjadi sebuah kewajiban bagi pengunjung yang belum pernah menginjakkan kaki di Jakarta.

Tapi kita terkadang lupa sejarah. Kapan sih Monas didirikan? Tentu ia tidak tiba-tiba muncul, bukan? Dalam sejarahnya, Monas dibuat untuk mengenang jasa para pahlawan dalam perjuangan mereka mengusir penjajah dari Tanah Air.

Pendirian Monas sendiri diperintahkan secara langsung oleh Presiden Indonesia kala itu, yakni Ir. Soekarno, dengan arsitek bernama Frederich Silaban dan R.M. Soedarsono. Frederich Silaban jugalah yang memenangkan perlombaan arsitek pembangunan Masjid Istiqlal.

Monas awalnya dibangun pada 17 Agustus 1961 atau tepat ketika Indonesia merayakan kemerdekaannya yang ke-16. Pengerjaannya sendiri terdiri atas tiga tahap.

Pertama adalah pada kurun 1961/1962-1964/1965 yaitu untuk membangun pondasi bangunan. Tahap ini langung dipimpin oleh Bung Karno yang secara seremonial menancapkan pasak pertama sebagai simbol dimulainya pembangunan Monas. Saat itu ada 284 pasak beton yang difungsikan sebagai pondasi dari bangunan ini. Sementara sebanyak 360 pasak bumi dipancangkan menjadi pondasi museum sejarah nasional.

Pembangunan tahap kedua dilakukan pada 1966-1968. Namun pembangunan ini sempat ter-interupsi karena peristiwa G-30-S atau Gerakan 30 September 1965, maka proses pembangunan Monas pun sempat terhambat juga. Sementara tahap akhir pembangunan dimulai pada tahun 1969.

Bangunan setinggi 132 meter tersebut rampung pengerjaannya pada 12 Juli 1975 dan langsung diresmikan saat itu juga. Nama lokasi pembangunan Monas telah berganti lima kali, hingga akhirnya nama yang dipakai sekarang adalah Taman Monas.

Selain lidah api yang terbuat dari emas diujung bangunan, satu hal yang menarik dari Monas adalah terdapatnya banyak relief yang mengelilingi Monas. Anda yang pernah ke Monas tentu sudah tidak asing dengan relief timbul yang menggambarkan sejarah Bangsa Indonesia ini.

Relief tersebut dimulai dari sudut timur dan mengarah searah jarum jam yang menggambarkan kronologis masa penjajahan Belanda serta bagaimana perjuangan rakyat Indonesia dalam mengusirnya. Kemudian dilanjutkan pula dengan masa penjajahan Jepang hingga proklamasi kemerdekaan dan beberapa momen lain seperti Perang Kemerdekaan Republik Indonesia.

Nuansa sejarah tidak hanya terdapat di bagian luar saja. Sesuai dengan niat pembangunannya, di dalam Monas pun juga berisi dengan bagaimana sejarah bangsa Indonesia. Ada pula satu sektor yang bisa memperdengarkan Soekarno membacakan naskah proklamasi pada 17 Agustus 1945 silam.

Selain nilai sejarahnya, bentuk dan letak bangunan yang tepat berada di pusat Kota Jakarta ini membuat Monas sangat termasyhur bagi warga lokal maupun mancanegara. Bahkan situs mesin pencarian internet; Google, turut merayakan ulang tahun Monas ke-40 pada 12 Juli lalu.*

(Disarikan dari berbagai sumber).

About author

You might also like

Artikel

Transplantasi Kepala: Ilmiah? atau Fiksi Ilmiah? (2)

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memungkinkan kita untuk dapat bertukar tubuh di masa depan.

Napak Tilas

Bulan Juni Adalah Bulannya Bung Karno

Tak berlebihan kiranya, jika bulan Juni ini menjadi bulannya Bung Karno (BK). Moment-moment penting dalam kehidupan si Bung ada di Bulan ini.

Gaya Hidup

Victoria Beckham Ikut-Ikutan Demam Batu Akik

Ternyata demam batu akik sudah mewabah ke mana-mana. Bukan masyarakat Indonesia saja yang dibius batu akik akhir-akhir ini. Selebritis dunia, semacam Victoria Beckham ikut-ikutan.