Tahun 2017, Transplantasi Kepala Pertama di Dunia

Tahun 2017, Transplantasi Kepala Pertama di Dunia

Seorang pria Russia dipastikan menjadi pasien pertama untuk melakukan operasi transplantasi kepala yang dijadwalkan pada bulan Desember 2017.

Valery Spiridonov yang kini berusia 30 tahun terdiagnosa menderita atrofi otot yang juga disebut penyakit Werdnig-Hoffmann, yakni pengecilan atau penyusutan jaringan otot atau jaringan saraf. Valery Spiridonov menjadi relawan untuk transplantasi kepala meskipun harus menanggung resiko besar.

Spiridonov yang merupakan seorang ilmuwan komputer dari Russia berkata, “Ketika menyadari bahwa saya mampu berpartisipasi pada hal yang sangat besar dan penting, maka saya tidak memiliki keraguan dalam benak pikiran dan mencoba untuk memulai arahannya.”

“Satu-satunya hal yang saya rasakan asaat ini dalah ketidaksabaran untuk merasakan kenyamanan, saya telah bersiap untuk sesuatu hal terpenting sepanjang hidup saya dan hal itu akan segera terjadi,” lanjut Spiridonov.

Valery Spiridonov, ahli komputer Russia. Relawan pertama untuk transplantasi kepala (foto: vladimir smirnov)

Valery Spiridonov, ahli komputer Russia. Relawan pertama untuk transplantasi kepala (foto: vladimir smirnov)

Operasi transplantasi kepala Valery Spiridonov akan dilakukan oleh Dr. Sergio Canavero, seorang ahli bedah saraf asal Italia. Prosedur operasi transplantasi kepala ini diharapkan mampu selesai selama 36 jam, sehingga mengharuskan kepala Spiridonov dan tubuh pendonor didinginkan. Pendinginan kepala dan tubuh ini diperlukan untuk menambah periode ketahanan sel untuk hidup tanpa oksigen.

“Berdasarkan kalkulasi Dr. Canavero, jika semuanya berjalan sesuai rencana, maka dibutuhkan waktu selama 2 tahun untuk memastikan seluruh kalkulasi ilmiah secara detail,” ungkap Spiridonov. “Tak perlu diburu-buru. Operasi transplantasi kepala ini akan dilakukan ketika dokter dan para ahli mampu memastikan operasi ini 99% berhasil.”

Spiridonov pun melontarkan sebuah candaan bahwa hal pertama yang akan dia lakukan pasca operasi adalah berlibur dan jalan-jalan.

“Patut dicatat secara serius, operasi ini dimaksudkan untuk merestorasi kemampuan orang cacat parah. Setelah aku kembali, aku akan melihat dan merasakan hidup seperti orang normal,” ucap Spiridonov.

(dari berbagai sumber)

About author

You might also like

Napak Tilas

Siapa Sangka, Foto Berwarna Ini Sudah Berusia 100 Tahun !

Bagi kita yang lahir di periode 80 hingga 90 puluhan mungkin tidak terlalu aneh melihat foto berwarna. Meski masih memakai film sebagai medianya, foto berwarna sudah begitu lumrahnya.

Artikel

Mana Saja Kota yang Cocok Menggantikan Jakarta Sebagai Ibukota ?

Semenjak zaman Presiden Pertama kita, Bung Karno, wacana perpindahan ibukota mengemuka. Pada masa itu ada wacana memindahkan ibukota dari Jakarta ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Budaya

Warisan Dunia dengan Kondisi Mengkhawatirkan (1)

Pengelolaan pariwisata yang tidak tepat akan menjadi boomerang yang akan merugikan destinasi wisata itu sendiri.