The Monk Who Sold His Ferrari

The Monk Who Sold His Ferrari

the-monk-who-sold-his-ferrari

“Banyak orang di masyarakat kita yang mengambang seperti kapal tanpa kemudi, jiwa-jiwa gelisah mencari mercusuar yang akan mencegah mereka bertabrakan dengan batu karang.”

kutipan dari buku karya Robin Sharma ini menggambarkan kondisi kita di kekinian. Buku setebal 231 halaman ini banyak menawarkan jalan keluar dan solusi terhadap problem yang seringkali menghambat manusia.

Sosok Julian Mantle, seorang pengacara sukses dan supersibuk namun kosong secara batin adalah cerminan dari pribadi kita masing-masing. Di zaman modern ini kita menjadi demikian sibuk, pencarian materi menjadi tujuan hidup, namun kita justru mengabaikan hal yang paling hakiki, yakni kebahagiaan batin.

Buku yang telah diterjemahkan ke dalam 42 bahasa ini telah menyentuh banyak jiwa. Buku ini telah dibaca oleh para CEO dari perusahaan Fortune 500 hingga bintang musik rock. Jelas salah satu buku yang berpengaruh abad ini.

Jadi, jika Anda sedang belajar untuk memperbaiki hidup Anda, buku “The Monk Who Sold His Ferrari” harus menjadi salah satu referensinya.

“Tujuan hidup adalah hidup yang bertujuan”

About author

You might also like

Gaya Hidup

iPhone Hindustan: Made in India

Obama bertanya pada Steve Jobs, “Mengapa pekerjaan membuat iPhone tidak dibawa pulang ke Amerika?”. Dengan kata lain, membangun pabrik di Amerika.

Artikel

Ditemukan, Mutiara Kuno Berusia 2000 Tahun

Peradaban manusia memang menakjubkan. Sudah beribu tahun lamanya, manusia mengenal perhiasan. Selain emas dan perak, mutiara menjadi salah satu ikon perhiasan manusia.

Gaya Hidup 0 Comments

Motor Antik: Legenda, Jati Diri dan Investasi (2)

Artikel ini lanjutan dari artikel sebelumnya, all about motor antik dan klub MACI. Nah, catatan tentang legenda motor antik dan klasik menjadikan para penggemar terus berburu selain karena nilai sejarah,

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply