Tim Hunt; Peraih Nobel dan Candaan yang Buruk Soal Perempuan

Tim Hunt; Peraih Nobel dan Candaan yang Buruk Soal Perempuan

Tim Hunt, peraih nobel di bidang fisiologi harus mengundurkan diri dari jabatannya sebagai akademisi dan ilmuwan di University of College London karena candaannya mengenai perempuan pada sebuah konfrensi di Korea Selatan.

Tim Hunt, Peraih Nobel di Bidang Fisiologi untuk Pemikirannya mengenai Pembagian Sel, harus mudnur dari UCL akibat pernyataannya

Tim Hunt, peraih nobel di bidang fisiologi untuk pemikirannya mengenai pembagian sel, harus mundur dari UCL karena pernyataan kontroversialnya.

Meminjam anekdot dalam gerakan hak perempuan; ‘feminisme jangan dibecandain,’ begitulah ungkapan yang pas untuk masalah yang dihadapi oleh Tim Hunt, profesor di University College London (UCL) yang juga merupakan peraih nobel di bidang fisiologi pada tahun 2001.

Tim Hunt (72) mendapat kritikan keras ketika ia mengatakan pernyataan yang dianggap merendahkan pihak perempuan. Seperti yang diberitakan oleh BBC, Prof Hunt dalam konferensi tersebut mengatakan, “let me tell you about girls….” (mari saya beri tahu mengenai perempuan).

“Tiga hal mengenai perempuan ketika mereka di laboratorium, kamu akan jatuh cinta pada mereka dan mereka pun akan jatuh cinta kepadamu. Dan ketika kamu mengkritisi mereka, mereka menangis,” lanjutnya. Pernyataan tersebut mendapat reaksi keras dari kelompok feminis. Beberapa ilmuwan dan akademisi perempuan juga ikut berkomentar pedas mengenai hal ini.

Tim Hunt dalam responnya mengenai pemberitaan ini menyatakan penyesalan dan ia juga menyatakan bahwa ia tidak pernah bermaksud demikian dan ia merasa pernyataan tersebut diinterpretasikan secara ‘mematikan’ oleh pendengarnya. Sir Hunt, yang diberikan gelar ksatria pada tahun 2006 yang lalu, menyatakan pernyataannya itu memang bodoh dan tidak sepantasnya diungkapkan pada forum besar yang penuh dengan jurnalis tersebut.

Kasus Tim Hunt ini mengundang perdebatan dikalangan akademisi. Sebagian berpendapat bahwa Tim Hunt keterlaluan sementara sebagian lainnya mengatakan Prof. Hunt tidak perlu sampai harus dihukum sedemikian rupa. Seperti yang dikutip dari Daily Mail, Professor Dorothy Bishop dari Oxford University menyerukan agar Hunt dilarang dari komite yang membuat keputusan mengenai fellowships, penunjukan promosi dan kebijakan serta lainnya.

Tim Hunt Bersama Istrinya Prof. Marry Collins di Kediaman Mereka

Tim Hunt bersama istrinya, Prof. Marry Collins, di kediaman mereka.

Di lain pihak, banyak juga yang membela Hunt atas kaus ini seperti Brendan O’Neil dalam tulisannya di Reason.com.  O’Neil dengan satir menyatakan bahwa kejahatan yang dilakukan Hunt adalah membuat candaan yang tidak cukup lucu pada suatu makan malam.

Harus diingat, awal mula kasus ini adalah pada saat Tim Hunt melontarkan candaan yang mengundang kontroversi tersebut saat berpidato di jamuan makan malam konferensi.  Sebelumnya tidak pernah ada catatan Hunt melakukan diskriminasi ataupun tindakan yang merendahkan kaum perempuan.

Tim Hunt dikenal sebagai seorang profesor yang baik, dalam kesehariannya ia tidak pernah menunjukkan kalau ia adalah seorang seksisme. Prof Hunt menikahi Prof. Marry Collins, ilmuwan sukses yang juga adalah pembela wanita dalam subjek S.T.E.M.

Lebih jauh lagi, Mick Hume dari Daily Mail menunjukkan kekhawatirannya mengenai terancamnya kebebasan berekspresi dari kasus ini dengan tulisan yang bertajuk ‘How free speech became a thought crime: A chilling warning after feminists hound a Nobel winner from his job for ‘sexism.”  Hume menyatakan dalam tulisannya secara dramatis “The saga of Tim Hunt’s downfall is just the latest example of how a culture of verbal prohibition is taking over society, led by an army of self-appointed militants who see themselves as the guardians of correct thinking.”

Akibat sebuah candaan, Hunt harus mengundurkan diri dari berbagai posisi akademik dan juga posisi kehormatan di University College London (UCL). University College London tempat Hunt bekerja merupakan universitas pertama di UK yang memberikan pengakuan kesetaraan antara pria dan wanita.

Tidak hanya itu, Prof Hunt juga diharuskan mundur dari posisinya di European Research Council (ERC) dimana ia banyak menghabiskan waktunya membimbing mahasiswanya yang banyak diantaranya juga wanita.*

 

 

 

Comments

About author

You might also like

Budaya

Perang Tomat, Ritual Mensyukuri Hasil Bumi

Perang kali ini tidak berdarah-darah. Perang ini juga tidak terjadi di luar negeri, namun di Indonesia, tepatnya di Lembang, Jawa Barat

Hits

Glenn Fredly Bernyanyi Untuk Angeline

Publik Indonesia tadi malam terguncang dengan pemberitaan ditemukannya jasad Angeline yang dikubur di pekarangan rumah didekat kandang ayam dan tumpukan sampah, penyanyi Glen Fredly pun tersentuh hatinya dan menyanyikan lagu untuk Angeline.

Artikel

Boneka Seks, Dari Zaman Yunani Kuno Hingga Era Digital

Membincangkan seks tidak pernah selesai. Bahkan alat-alat pemuas seks bukanlah fenomena modern, melainkan sudah ada dari zaman purba.