Tjokroaminoto Sang Guru Bangsa

Tjokroaminoto Sang Guru Bangsa

Aktor Reza Rahardian Sebagai Tjokroaminoto

Aktor Reza Rahardian Sebagai Tjokroaminoto

Awal April, tepatnya 9 April nanti jagad perfilman Indonesia bakal diramaikan kehadiran film Tjokroaminoto.

Film bergenre sejarah yang menceritakan sosok Haji Oemar Said Tjokroaminoto ini dipastikan menarik. Film bergenre sejarah sendiri terbilang langka, sebab perfilman Indonesia selalu dikuasai film-film bertemakan komedi atau seputar hantu, yang katanya lebih laku di pasaran.

Yang lebih menarik, film ini disutradai Garin Nugroho, sutradara kawakan yang film-filmnya selalu mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari dalam dan luar negeri. Sosok Tjokroaminoto sendiri diperankan Reza Rahardian, aktor watak yang aktingnya selalu diganjar penghargaan, salah satunya piala Citra, Piala Oscar-nya Indonesia. Beberapa waktu lalu, Reza berhasilkan memerankan sosok BJ.Habibie dalam film “Habibie & Ainun.”Untuk film Tjokro, apakah Reza akan mengulang kesuksesan yang sama ? Mari kita saksikan aktingnya bersama-sama.

Untuk pemain, Garin memberikan kepercayaan kepada Reza Rahardian (H.O.S. Tjokroaminoto), Christoffer Nelwan (Tjokroaminoto kecil), Putri Ayunda (Soeharsikin), Maia Estianty (ibunda Soeharsikin), Christine Hakim (Mbok Tambeng), Sudjiwo Tedjo (Mangunkusumo), Alex Komang (Hasan Ali Surati), Ibnu Jamil (Agus Salim), Deva Mahendra (Koesno/Soekarno), dan Chelsea Elizabeth Islan (remaja Indo yang dekat dengan Tjokroaminoto).

Lantas, siapakah Tjokroaminoto ? Ia adalah salah satu tokoh sejarah Indonesia. Ia juga guru dari founding father kita, Soekarno. Setelah lepas dari era tanam paksa di akhir tahun 1800, Hindia Belanda (Indonesia) memasuki babak baru yang berpengaruh ke kehidupan masyarakatnya. Yaitu dengan gerakan Politik Etis yang dilakukan oleh pemerintah Belanda. Tetapi kemiskinan masih banyak terjadi. Rakyat masih banyak yang belum mengenyam pendidikan dan kesenjangan sosial antar etnis dan kasta masih terlihat jelas.

HOS Tjokroaminoto lahir di Sumoroto, Ponorogo, Jawa Timur, 16 Agustus 1882 dan wafat di Yogyakarta,Indonesia, 17 Desember 1934 pada umur 52 tahun. Ia lahir dari kaum bangsawan Jawa dengan latar belakang keislaman yang kuat.

Walaupun lingkungannya adalah keluarga ningrat, Ia berani meninggalkan status kebangsawanannya dan bekerja sebagai kuli pelabuhan dan ikut merasakan penderitaan sebagai rakyat jelata. Selain itu, HOS Tjokroaminoto juga menjadi pendiri Sarekat Dagang Islam (SDI) yang belakangan bermetamorfosis menjadi Sarekat Islam (SI). Dan seperti dikatakan di awal, Ia juga menjadi guru beberapa pemuda yang kelak menjadi tokoh-tokoh besar Indonesia dengan berbagai ideologi berbeda seperti Soekarno, Kartosuwiryo dan para tokoh Partai Komunis Indonesia (PKI) seperti Alimin, Musso hingga Tan Malaka.

Dari berbagai muridnya yang paling ia sukai adalah Soekarno hingga ia menikahkan Soekarno dengan anaknya yakni Siti Oetari, istri pertama Soekarno.

“Ia pernah dijuluki “De Ongekroonde van Java” atau “Raja Jawa Tanpa Mahkota.”

Sarekat Islam, sebuah organisasi/Partai Islam terbesar di awal abad ke-20. Kecepatan tumbuhnya SI bagaikan meteor dan meluas secara horizontal. SI merupakan organisasi massa pertama di Indonesia. Antara tahun 1917 sampai dengan 1920 sangat terasa pengaruhnya di dalam politik Indonesia dan mencemaskan pemerintahan kolonial Belanda, terutama ketakutan Belanda terhadap ketokohan Tjokroaminoto. Ia pernah dijuluki “De Ongekroonde van Java” atau “Raja Jawa Tanpa Mahkota.”

Comments

About author

You might also like

Makanan 0 Comments

Bakso Bakar Pahlawan Trip, Malang

Jangan bilang pernah ke Malang jika belum mencoba kuliner Bakso Bakar.  Kali ini, kita mengunjungi Bakso Bakar Pahlawan Trip Memang tidak salah jika orang-orang mengatakan bahwa bakso berasal dari Malang. Meskipun namanya

Gaya Hidup

Rokok Di Persimpangan Jalan

Di minggu pagi yang cerah, saya mengajak anak dan isteri ke salah satu taman di Bandung, yang kebetulan letaknya tidak terlalu jauh dari pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat.

Gaya Hidup 0 Comments

Motor Antik: Legenda, Jati Diri dan Investasi (2)

Artikel ini lanjutan dari artikel sebelumnya, all about motor antik dan klub MACI. Nah, catatan tentang legenda motor antik dan klasik menjadikan para penggemar terus berburu selain karena nilai sejarah,

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply