Transplantasi Kepala: Ilmiah? atau Fiksi Ilmiah? (1)

Transplantasi Kepala: Ilmiah? atau Fiksi Ilmiah? (1)

Valery Spiridonov, pria Russia berusia 30 tahun terdiagnosa menderita atrofi otot yang juga disebut penyakit Werdnig-Hoffmann, yakni pengecilan atau penyusutan jaringan otot atau jaringan saraf. Atrofi otot menyebabkan kematian bagi penderitanya di usia 20 tahun.

Dr. Sergio Canavero dari Italia, akan mengumumkan pada konferensi tahunan American Academy of Neurological and Orthopaedic Surgeons (AANOS) di Annapolis.

“Sekarang kami berada pada titik dimana semua aspek teknis layak untuk dikerjakan,” Canavero berkata pada New Scientist.

Namun ide dari Dr. Sergio Canavero tidak selalu mendapatkan dukungan, komunitas medis dan ilmiah menyatakan perbedaan pendapat. Faktanya, untuk menempuh sebuah operasi dengan teknologi terkini, sangat banyak elemen Sci-Fi (fiksi ilmiah) yang dapat dikatakan sangat menggelikan:
– Fakta dari sekitar 20 transplantasi wajah yang telah dilakukan, hampir semua pasien menderita (sedikitnya) satu penolakan pada saraf atau organ. Sehingga banyak pasien yang membutuhkan perawatan berkelanjutan, bahkan ada yang meninggal.
– Menyambungkan saraf tulang belakang ibarat menyambungkan sebundel rambut yang telah diiris setengah. Lalu kita berharap setiap helai rambut dapat menyatu kembali secara otomatis hingga seperti aslinya.
– Fakta bahwa tidak ada toleransi bagi otak untuk tetap berfungsi dalam kondisi tanpa oksigen selama lebih dari 4 menit.

Dr. Sergio Canavero, ahli bedah saraf dari Italia. Menggagas transplantasi kepala

Dr. Sergio Canavero, ahli bedah saraf dari Italia yang menggagas transplantasi kepala

Direktur operasi mikro di Stanford Health Care, Dr. Gordon lee berpikir bahwa ide tersebut berasal dari artikel Onion. Dr. Lee dan para ahli bedah saraf yang memiliki pemikiran terbuka serta menghormati impian Dr. Canavero. Mereka juga berspekulasi bahwa transplantasi kepala tersebut suatu hari nanti layak terjadi.

“Saya terbuka terhadap ide dan pemikiran terbaru; saya senang jika bisa berbicara dengan Canavero,” ungkap Dr. Lee.

Sebelum operasi transplantasi kepala direalisasikan dari film Star Trek ke kehidupan nyata, beberapa hal harus diperhitungkan. Misalnya, ahli bedah yang berpengalaman dalam beragam transplantasi selama bertahun-tahun, masih belum mampu untuk memecahkan masalah penolakan organ.

Dr. Lee juga berkata bahwa saat ini lebih dari 100 operasi transplantasi tangan telah dilakukan di dunia. Tidak sedikit juga terjadi komplikasi parah setelah proses transplantasi, bahkan beberapa diantaranya diamputasi.

Bagaimana dengan masalah sulitnya penyambungan saraf tulang belakang? Saraf perpanjangan dari sistem saraf pusat di otak, yang berfungsi mengontrol gerakan refleks, termasuk gerakan reflek pada seluruh bagian tubuh.

bersambung…

About author

You might also like

Artikel

Kuliner Tradisional Indonesia Ini Makin Mendunia

Siapa yang tidak mengenal tempe ? Menu ini seakan-akan menjadi menu wajib yang selalu hadir di setiap saat dan kesempatan.

Artikel

Lais, Seni Akrobat Tradisional Khas Garut

Melihat pertunjukkan sirkus memang menarik. Namun, ternyata di Garut, seni semacam sirkus sudah ada semenjak lama, Lais namanya. 

Makanan

Hati-Hati Jika Upload Foto Makanan di Media Sosial

Hakim Pengadilan Federal Jerman memutuskan bahwa gambar atau foto makanan artistik menjadi hak milik para penciptanya.