Transplantasi Kepala: Ilmiah? atau Fiksi Ilmiah? (2)

Transplantasi Kepala: Ilmiah? atau Fiksi Ilmiah? (2)

Kerusakan saraf tulang belakang merupakan masalah para ahli saraf yang belum terpecahkan. Rata-rata pertumbuhan saraf tulang belakang adalah 1 milimeter per hari. Apabila kita membentangkan penggaris dan mengukur dari leher sampai tangan, maka pertumbuhan saraf dari leher hingga tangan membutuhkan waktu 1 tahun sehingga tangan dapat berfungsi normal. Dengan catatan, tidak terjadi penolakan dari tubuh terhadap kepala yang disambungkan di saraf tulang belakang.

Dengan asumsi bahwa masalah mengenai penolakan transplantasi dan regenerasi saraf tulang belakang telah terpecahkan, protokol menganjurkan transplantasi kepala dilakukan pada binatang terlebih dahulu.

Canavero melihat pada transplantasi kepala seekor monyet hidup di tahun 1970. Operasi tersebut mengakibatkan kelumpuhan, setelah sembilan hari sebelumnya terjadi penolakan dari sistem kekebalan tubuh terhadap kepala. Penyebabnya karena saraf tulang belakang tidak mencoba atau berusaha untuk bergabung.

Dr. Peter Nakaji, seorang ahli bedah saraf dari Barrow Neurological Institute di Phoenix mengatakan, “anda tidak akan dapat menempelkan dua saraf tulang belakang dan berharap keduanya akan berfungsi secara otomatis”.

Nakaji juga menganalogikan, “bayangkan seikat rambut yang telah dipotong dua bagian, lalu kita satukan kembali sesuai aslinya. Andaikan hal tersebut bisa dilakukan, peluang dari setiap helai rambut untuk menyatu kembali dengan potongan badan (helai) rambutnya sangat kecil. Bahkan lebih dari 1:1.000.000”

Apakah di masa depan akan ada sebuah mesin yang mampu untuk menautkan/membaurkan saraf?

Nakaji mengungkapkan, “hal tersebut bukan tidak mungkin, namun tampaknya hal tersebut tidak akan terjadi di masa hidup kita saat ini. Saya menyukai sebuah mimpi besar, bagaimana kita melangkah kedepan. Saya tidak ingin menjadi salah satu orang yang mengolok-olok kemungkinan terciptanya teknologi tersebut”.

Canavero juga menganalogikan operasi transplantasi kepala seperti penerbangan pertama. “Saya setuju dengan kritik, transplantasi pertama akan seperti Kitty Hawk (pesawat terbang pertama tahun 1903), bukan seperti Boeing 747.”

Canavero juga yakin bahwa teknologi ini akan berkembang, disempurnakan sehingga lebih efisien. Sehingga transplantasi kepala tidak lagi membutuhkan tenaga 150 orang seperti yang akan dia lakukan, dan tidak akan memakan waktu selama 36 jam. Bahkan mungkin teknologi ini akan ada di rumah sakit terdekat dari tempat tinggal kita.

Akankah di masa depan memungkinkan kita untuk bertukar tubuh? Maka hal tersebut menimbulkan pertanyaan tentang siapa diri kita, dan pertanyaan fiksi ilmiah lainnya yang belum kita ketahui jawabannya saat ini. Tapi sangat menarik untuk berpikir mengenai ide gila lain yang dapat terjadi di masa depan.

Comments

About author

You might also like

Artikel

Miracle in Cell No.7 : Cinta Seorang Ayah Terhadap Putrinya

Film Korea ini berhasil menguras air mata penontonnya, itulah kesan setelah menonton film ini. Genre film Miracle in Cell No.7 adalah drama, dengan sedikit diselipkan komedi. Ceritanya berkisar hubungan antara

Jalan-Jalan

Jutaan Batu Akik Terhampar di Pantai Ini !

Bagaimana jika pantai tempat anda berwisata tidak berpasir putih seperti yang dibayangkan, tapi terhampar jutaan batu akik?

Artikel 0 Comments

Badak dengan Pengawalan oleh Pasukan Khusus Bersenjata.

Di Kenya, seekor badak bernama Sudan selalu dikawal oleh pasukan pengamanan khusus bersenjata lengkap kemanapun ia pergi, selayaknya seorang Presiden. Sudan adalah seekor badak putih utara  atau Northern White Rhino, dengan nama