X-Ray Mengungkap Budaya Mesir Kuno.

X-Ray Mengungkap Budaya Mesir Kuno.

Lukisan Mesir Kuno, budaya persembahan bagi Dewa-Dewa.

Lukisan Mesir Kuno, budaya persembahan bagi Dewa-Dewa.

Seperti yang kita ketahui bahwa masyarakat Mesir Kuno memiliki budaya memberi persembahan berupa makanan, minuman dan juga hewan kurban kepada para dewa dan juga raja.

Masyarakat Mesir Kuno menjunjung penyembahan pada hewan, karena hewan dianggap sebagai jelmaan dari dewa-dewa. Hewan-hewan suci ini dijadikan mumi, lalu dimasukan ke kuburan orang Mesir. Mereka meyakini bahwa hewan-hewan tersebut akan hidup kembali bersama tuannya di surga.

Hasil X-Ray pada seekor anjing peliharaan. (foto: vetxray.com)

Hasil X-Ray pada seekor anjing peliharaan. (foto: vetxray.com)

Teknologi X-Ray atau Sinar-X adalah bentuk radiasi elektromagnetik serupa dengan cahaya yang kita lihat seperti inframerah, gelombang micro dan gelombang radio. Tapi photon Sinar-X ribuan kali lebih ber-energi dibanding photon cahaya lampu biasa.

Umumnya X-Ray kita jumpai untuk foto organ dalam yang kita kenal foto rontgen. Namun X-Ray juga sering dipergunakan dalam bidang-bidang ilmu lainnya termasuk arkeologi.

Hasil X-Ray dalam bidang arkeologi. Mumifikasi seekor kucing yang terdapat didalam sarkofagus. (historia.net)

Hasil penggunaan X-Ray dalam bidang arkeologi. Mumifikasi seekor kucing yang terdapat didalam sarkofagus. (foto: historia.net)

Baru-baru ini, para arkeolog melakukan pemindaian X-Ray terhadap 800 mumi hewan persembahan yang diambil dari dalam makam-makam Mesir.

Hasil yang diperoleh sangat mengejutkan, karena hanya 35% yang merupakan mumi binatang utuh. Sedangkan 65% sisanya hanya buntalan berisi dedaunan dan lumpur yang dibentuk persis menyerupai bentuk hewan aslinya.

Berbagai kesimpulan pun muncul dari hasil penelitian ini, hingga menyatakan bahwa budaya korupsi sudah terjadi sejak zaman Mesir Kuno.

Mumi persembahan palsu, terungkap oleh teknologi X-Ray (archaeology.org)

Mumi persembahan palsu, terungkap oleh teknologi X-Ray (archaeology.org)

Setelah penelitian dilanjutkan secara mendalam, para peneliti berhasil menemukan fakta mengenai mumi palsu tersebut. Mumi-mumi palsu ini selalu dibuat dari benda-benda yang dekat dengan hewan aslinya seperti telur, sarang burung, dan lain-lain.
Menurut para arkeolog, ada kemungkinan benda-benda ini dianggap bisa mewakili hewan sesungguhnya.

(archaeology.org – iflscience)

Comments

About author

You might also like

Hits

Abah Edong, Pancawarna dan Garut

Gaung batu akik tidak begitu kuat lagi, namun kini Garut dikenal sebagai penghasil batu akik berkualitas, salah satunya pancawarna. 

Artikel

Kota-Kota Kuno Yang Tenggelam Ke Dasar Laut (bagian-1)

Peradaban manusia berlangsung ribuan tahun. Banyak kota yang telah dibangun, namun tak sedikit yang hilang tenggelam ke dasar laut. Penyebabnya bisa beragam. Dari unsur kesengajaan, hingga bencana alam yang meluluhlantakkan

Artikel

PNS Dan Pejabat di 2 Daerah Ini Wajib Memakai Batu Akik

Setelah Sumsel melalui Gubernurnya, Alex Nurdin mewajibkan PNS di daerahnya untuk memakai batu akik, kini giliran Samarinda, Kaltim.